Minggu, 22 Oktober 2017 – 06:12 WIB

DPR Dorong Kerja Sama RI-Turki Diperluas

Rabu, 11 Oktober 2017 – 14:50 WIB
DPR Dorong Kerja Sama RI-Turki Diperluas - JPNN.COM

jpnn.com, ANKARA - Indonesia dan Turki sama-sama memiliki banyak kekayaan alam dari energi panas bumi. Perkembangan terbaru sektor energi panas bumi di Turki telah mengilhami banyak orang Indonesia.

"Bagi Indonesia, pengembangan energy panas bumi mutlak diperlukan jika kita ingin mencapai tujuan nasional untuk ketahanan energi dan menjadi produsen tenaga panas bumi terbesar di dunia," kata Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dalam sambutannya saat pertemuan dengan Wakil Ketua Parlemen Turki Ahmet Aydin dan Ketus Group Kerjasama Bilateral Turki - Indonesia Hamza Dag di Gedung Parlemen Turki, Ankara, Selasa (10/10/2017)

Kerja sama kedua negara di sektor ini, lanjutnya, ditandai salah satunya dengan investasi perusahaan Hitay di Indonesia.

"Parlemen Indonesia menyambut baik dan mendukung investor asing di bidang energi dan sektor lainnya yang membantu pembangunan nasional dan alih pengetahuan serta teknologi," ujar politisi Demokrat ini.

Kerjasama kedua negara saat ini sangat menggembirakan dan harus diperluas. Dalam pertemuan terakhir di Ankara tahun ini, kedua pemimpin Presiden Joko Widodo dan Presiden Erdogan telah sepakat untuk melanjutkan tren positif perdagangan dan investasi kedua negara, termasuk negosiasi mengenai Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki IIT-CEPA].

Indonesia dan Turki mencatat 13 miliar dalam perdagangan bilateral tahun lalu yang tentunya berpotensi untuk meningkat terus.

Indonesia dan Turki telah membuktikan keberhasilannya dalam kerja sama industri pertahanan dengan kesepakatan pembuatan tank menengah Kaplan. Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang produksi kapal selam dan pesawat tak berawak, yang akan ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara.

"Sebuah nota kesepahaman antara produsen pesawat terbang Dirgantara Indonesia dan industri kedirgantaraan Turki akan mendorong kerjasama lebih erat di sektor ini," tegasnya.

SHARES
loading...
loading...
Komentar