Dua Rapor Mulai Diterapkan Akhir Semester Ini

Dua Rapor Mulai Diterapkan Akhir Semester Ini
Siswa SD. Ilustrasi Foto: Doni K/dok.JPNN.com

Sementara itu, meski dinilai memudahkan, konsep dua rapor ini jika penyusunannya tidak hati-hati bisa merepotkan sekolah. Hal ini disampaikan Dwi Utami MPd, waka humas SMP Brawijaya Smart School (BSS). ”Karena sejak Kurikulum 2013 (K-13), ada deskripsi rapor yang cukup memuat karakter siswa per mata pelajaran (mapel),” imbuhnya.

Dia menambahkan, pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ini juga disisipkan karakter masing-masing siswa yang bisa dicapai. ”Jika semester awal kurang belajar di salah satu mapel, maka kami beri standar, semester depan harus bisa mencapai target yang dia buat sendiri,” ucap Dwi.

Di rapat pleno penentuan kelas, menurut Dwi, guru di setiap sekolah sudah memakai jurnal harian untuk memberikan masukan soal karakter siswa. ”Kalaupun tanpa dua rapor, bisa berjalan baik untuk menilai bakat dan karakter siswa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Kota Malang Tutut Sri Wahyuni menyatakan, pada K-13, sebenarnya penilaian dari guru sudah lengkap karena ada unsur pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dengan demikian, bisa jadi penilaian dua rapor ini tumpang tindih dengan penilaian K-13.

”Kalau harus ada rapor karakter kan ya sama saja, meskipun guru tidak sulit mengisinya karena sudah dilakukan,” pungkasnya. (san/c2/riq)

 


Penerapan adanya dua rapor bagi siswa SD dan SMP di Kota Malang akan dimulai akhir semeseter ini.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News