Dukung Penyegelan Kantor Ahmadiyah, Ketum MUI Depok: Sadar dan Tobat

Dukung Penyegelan Kantor Ahmadiyah, Ketum MUI Depok: Sadar dan Tobat
Majelis Ulama Indonesia. Foto: dok.JPNN

jpnn.com, DEPOK - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok KH Ahmad Dimyati Badruzzaman meminta warga Ahmadiyah lekas bertobat.

Pengasuh Pondok Pesantren Pesantren Darush Sholihin di Sawangan, Depok, itu menyatakan MUI telah memutuskan Ahmadiyah sesat dan menyesatkan.

Menurut Kiai Ahmad Dimyati, akidah Islam menempatkan Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.

“Tidak ada lagi nabi atau rasul berikutnya, sementara Ahmadiyah memiliki keyakinan masih ada nabi dan rasul lainnya setelah Nabi Muhammad," ujarnya, Selasa (26/10).

Kiai Ahmad Dimyati pun mendukung langkah Pemerintah Kota Depok menyegel kantor sekretariat Ahmadiyah di Sawangan. Menurutnya, penyegelan itu bukan yang pertama.

Meski sekretariat Ahmadiyah sudah disegel, jemaahnya tetap beraktivitas. “Menurut laporan yang kami terima dari masyarakat setempat, memang masih ada aktivitas," ujarnya.

Oleh karena itu, Kiai Ahmad Dimyati mengharapkan penyegelan itu mengakhiri aktivitas jemaah Ahmadiyah.

"Untuk menjaga akidah umat Islam, kami harapkan jemaah Ahmadiyah sadar dan tobat untuk kembali ke Islam yang benar," kata Kiai Ahmad Dimyati.

Ketua Umum MUI Kota Depok KH Ahmad Dimyati Badruzzaman menyatakan Ahmadiyah memiliki keyakinan masih ada nabi dan rasul lainnya setelah Nabi Muhammad.