Dunia Disibukkan Krisis Gaza, Korut Luncurkan Satelit Mata-Mata

Dunia Disibukkan Krisis Gaza, Korut Luncurkan Satelit Mata-Mata
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama dua ajudannya dalam video peluncuran rudal terbaru Korut, Kamis (24/3). Foto: KCNA via Reuters

jpnn.com, BEIJING - China meminta agar semua pihak baik negara-negara di Semenanjung Korea maupun di lokasi lain dapat menahan diri pasca Korea Utara (Korut) berhasil meluncurkan satelit mata-mata pertama ke orbit luar angkasa.

"Situasi di Semenanjung Korea saat ini rumit dan sensitif. Semua pihak perlu bersikap tenang dan menahan diri dalam menghadapi inti permasalahan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning saat menyampaikan keterangan rutin kepada media di Beijing, China, Rabu (22/11).

Dilaporkan oleh kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), satelit Malligyong-1 berhasil diluncurkan dengan roket Chollima-1 dari fasilitas peluncuran satelit Sohae pada Selasa (21/11) malam, sekitar pukul 22.42 waktu setempat dengan disaksikan langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong Un.

"Kami berharap semua pihak tetap berpegang pada arah penyelesaian politik, mengikuti pendekatan dua jalur dan langkah bertahap dan tersinkronisasi, ikut dalam dialog yang berkualitas dan mengatasi kekhawatiran masing-masing pihak dengan cara yang tenang," tambah Mao Ning.

China, menurut Mao Ning, akan terus memainkan peran konstruktif dalam mendorong penyelesaian politik.

Namun Mao Ning juga belum mengonfirmasi apakah pertemuan trilateral tingkat menteri luar negeri antara China, Korea Selatan dan Jepang yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 November 2023 akan tetap berlangsung atau tidak pasca peluncuran satelit tersebut.

"Kerja sama trilateral adalah demi kepentingan bersama ketiga negara. China menghargai mekanisme tersebut dan berharap dapat bekerja sama dengan Korea Selatan dan Jepang untuk memperdalam kerja sama," ungkap Mao Ning.

KCNA dalam laporannya menyebutkan badan antariksa Korut akan mengirimkan beberapa satelit mata-mata lainnya dalam waktu dekat, untuk terus mengamankan kemampuan pengintaian atas Korea Selatan (Korsel) dan wilayah-wilayah lainnya yang menjadi kepentingan militer Korut.

Peluncuran satelit mata-mata tersebut diduga dibantu oleh Rusia karena pada September 2023, Presiden Rusia Vladimir Putin mengajak pemimpin Korut Kim Jong Un

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News