Dunia Hari Ini: Korea Selatan Membatalkan Darurat Militer
Australia adalah salah satu dari 157 negara yang memberikan suara mendukung resolusi tersebut.
Tujuh negara abstain, dan delapan negara memberikan suara menentangnya, termasuk Amerika Serikat dan Israel.
Duta Besar Australia untuk PBB, James Larsen, mengatakan suara Australia tersebut merupakan kembalinya posisi yang dipegangnya hingga tahun 2001.
Korban insiden stadion Guinea bertambah
Korban tewas akibat desak-desakan di stadion sepak bola di Guinea tenggara, Minggu kemarin, meningkat.
Kericuhan melibatkan penonton dan tembakan gas air mata dari polisi selama pertandingan di kota Nzerekore memicu keributan yang menelan jiwa.
"Kami sekarang memperkirakan 135 orang tewas di stadion, sebagian besar anak-anak di bawah usia 18 tahun," katanya.
Pasukan keamanan dituduh melakukan kesalahan karena menggunakan gas air mata yang berlebihan dan memprioritaskan perlindungan kepada petugas ketimbang penonton.
Pemerintah berjanji untuk melakukan penyelidikan, tapi belum menanggapi soal tuduhan terhadap polisi dan pasukan keamanan.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer, tapi kemudian mencabutnya
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS
- Dunia Hari Ini: Sebuah Mobil Tabrak Festival di Kanada, 11 Orang Tewas
- Dunia Hari Ini: Siswa SMA Prancis Ditangkap Setelah Menikam Teman Sekelasnya