JPNN.com

Ekowisata Mangrove, Tempat Hiburan Baru untuk Masyarakat (2/Habis)

Senin, 15 Februari 2016 – 10:49 WIB
Ekowisata Mangrove, Tempat Hiburan Baru untuk Masyarakat (2/Habis) - JPNN.com
Wali Kota Kupang, Jonas Salean meresmikan Kawasan Ekowisata Mangrove di Kelurahan Oesapa Barat dan Batu Kapala Beach di Kelurahan Nunhila, Kota Kupang, Sabtu (13/2). FOTO: Timor Express/JPNN.com

KUPANG – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Thomas Jansen Ga, mengatakan DKP Kota Kupang mendapat penghargaan terbaik di seluruh Indonesia untuk proyek pengelolaan Coastal Community Development International Fund for Agricultural Development (CCD-IFAD) tahun 2015. Ini dikarenakan adanya dukungan pemerintah Kota Kupang.

“Dari program IFAD khusus di Oesapa Barat, kami telah berusaha membantu kelompok masyarakat. Kawasan ekowisata mangrove tiap hari bisa didatangi 100 sampai 500 orang pengunjung. Ini dibangun untuk mendukung perekonomian masyarakat pesisir,” ujar Thomas Jansen Ga pada acara peresmian Kawasan Ekowisata Mangrove di Kelurahan Oesapa Barat dan Batu Kapala Beach di Kelurahan Nunhila, Kota Kupang, Sabtu (13/2).

Ekowisata Mangrove, Tempat Hiburan Baru untuk Masyarakat (2/Habis)

Peresmian dua proyek Coastal Community Development International Fund for Agricultural Development (CCD-IFAD) atau Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir (PMP) oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kupang itu dilangsungkan di kawasan ekowisata mangrove. Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Kupang, Jonas Salean.

Wali Kota Kupang, Jonas Salean mengapresiasi DKP Kota Kupang lewat program IFAD yang telah membuat hal-hal kecil, tetapi langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Sebab tujuan pembangunan, bukan untuk dinikmati pemerintah. Sebaliknya, untuk dinikmati masyarakat banyak.

“Lokasi ini menjadi tempat hiburan baru bagi warga Kota Kupang. Pengelolaannya kita serahkan kepada kelompok infrastruktur di sini. Kita ingin masyarakat di Oesapa Barat juga menikmati hasilnya," terangnya seperti dilansir Timor Express (Grup JPNN).

Terkait dengan sarana penunjang di sekitar kawasan wisata, Jonas mengatakan, kekurangan yang ada akan menjadi program prioritas yang akan dilakukan pada tahun 2017 mendatang. Dengan demikian, pihak pengelola segera membuat konsep berkaitan dengan sarana pendukung, seperti kolam ikan, rumah makan, dan lain sebagainya. Termasuk perpanjangan jembatan, dari 200 meter menjadi 500 meter.

“Desain ini harus lengkap saat musrenbang tingkat Kota Kupang nanti. Berapa pun dananya, di tahun 2017 kita akan prioritaskan,” ungkap Jonas.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...