Eks Kapolres Malang Mengaku Tak di Dalam Stadion Saat Tragedi Kanjuruhan

Eks Kapolres Malang Mengaku Tak di Dalam Stadion Saat Tragedi Kanjuruhan
Di pintu 13 Stadion Kanjuruhan korban banyak berjatuhan dalam tragedi Kanjuruhan. Foto: Ridho Abdullah/JPNN

“Dijawab oleh Kabag Ops bahwa kondisi di dalam stadion dalam proses pencairan,” ujarnya.

Sayangnya, dirinya tak menanyakan lebih lanjut maksud jawaban tersebut.

Dia hanya fokus melakukan evakuasi dengan cepat karena korban banyak berjatuhan di pintu 13.

“Saat itu saya tidak mengetahui pasti penyebab banyak korban berjatuhan,” lanjutnya.

Di sela melakukan evakuasi, dirinya kemudian menanyakan kepada Wakapolresta Malang dan mendapati bahwa memang tembakan gas air mata dipicu adanya salah satu suporter yang turun ke lapangan.

“Ada satu penonton yang turun ke lapangan, mengajak penonton lain untuk ikut. Awalnya memeluk pemain hingga terjadi aksi dorong-dorongan,” ucapnya.

Melihat situasi rusuh dan tak kondusif, kemudian anggota brimob dan anggota samapta mengambil tindakan dengan menembakan gas air mata.

“Informasi itu ditegaskan oleh Komandan Brimob AKBP Agus Waluyo bahwa di dalam terjadi rusuh dan tembakan gas air mata,” katanya.

Mantan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengaku tidak memerintahkan menembakkan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News