Emil Dardak Dampingi Khofifah, Ini Respons PDIP

Emil Dardak Dampingi Khofifah, Ini Respons PDIP
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: Ricardo/JPNN.Com

“Saat itu, kami menghargai semangat anak muda yang ingin membangun kampung halamannya," kenang Hasto.

Semangat itulah yang membuat PDIP bersama partai koalisi akhirnya sepakat mengusung Emil. Bahkan, PDIP menyiapkan Nur Arifin sebagai wakil suami Arumi Bachsin itu.

"Persoalan kemudian, dia berubah dan memilih  untuk mencalonkan diri. Sekarang kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Trenggalek. Biarkan rakyat yang menilai. Sebab, rakyat berdaulat di dalam memilih pemimpin," ujar Hasto.

Menurut Hasto, kehadiran pasangan baru membuat Pilgub Jatim makin menarik.

"Berkompetisi dengan Partai Demokrat yang memberikan dukungan kepada Khofifah dan Emil  memberikan seni tersendiri dalam strategi," kata Hasto.

PDIP sendiri saat ini makin fokus memenangkan Gus Ipul-Anas pada Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Hasto mengatakan, keputusan PDIP mengusung Gus Ipul-Anas merupakan bagian dari kesadaran sejarah dan budaya untuk menampilkan kontestasi terbaik bagi Jatim bersama Nahdatul Ulama (NU).

“Gus Ipul sangat berpengalaman luas dan Azwar Anas penuh daya terobosan. Keduanya merupakan kombinasi kepemimpinan yang menarik dan saling melengkapi. Keduanya mengedepankan pembangunan berbasis kebudayaan dan kerakyatan sesuai dengan jiwa masyarakat Jawa Timur yang dikenal sangat patriotis untuk bangsa dan negara," imbuh Hasto. (jos/jpnn)


PDI Perjuangan menghormati keputusan Bupati Trenggalek Emil Dardak untuk mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam Pilgub Jatim 2018.


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News