Gagalkan Penyelundupan 3,9 Kg Sabu via Juanda

Gagalkan Penyelundupan 3,9 Kg Sabu via Juanda
Gagalkan Penyelundupan 3,9 Kg Sabu via Juanda
SURABAYA - Bandara Internasional Juanda masih menjadi salah satu jalur favorit bagi jaringan sabu-sabu (SS) internasional. Buktinya, dalam dua pekan, ada tiga penumpang dari luar negeri yang kedapatan membawa barang haram tersebut. Jika ditotal jumlahnya mencapai 3,9 kilogram (kg) atau senilai Rp 5,2 miliar. 


jpnn.com - 
Tiga penumpang itu adalah Slamet, 25, Stella Octavia Elizabet, 34, Abdul Safi, 46. Mereka ditangkap dalam waktu berbeda. Jumlah SS yang mereka bawa juga tidak sama. Termasuk, modus untuk meloloskan SS tersebut. 



Slamet ditangkap pada 16 Mei lalu pukul 09.00. Dia tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia, dengan pesawat Air Asia nomor penerbangan AK 1392. Pria asal Sampang itu tertangkap setelah melintas pintu X-ray terminal kedatangan internasional Bandara Juanda. 



Petugas mencurigai benda aneh yang melekat di celana dalam pelaku. Slamet lalu digeledah. Dia tak bisa berkutik ketika petugas menemukan 500 gram SS di celana dalamnya. "Dia lalu kami amankan beserta barang bukti," ujar Muhammad Sigit dari Direktorat Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (P2BC) di Kantor Wilayah P2BC Jawa Timur, Jalan Perak Barat, kemarin (27/5).



Stella ditangkap pada hari yang sama. Hanya waktunya sore, tepatnya pukul 18.00. Perempuan yang tengah hamil tujuh bulan itu berangkat dari Penang, Malaysia, dan transit di Singapura. Dia naik Silk Air dengan nomor penerbangan MI 226.



Setiba di Surabaya, Stella menuju terminal kedatangan internsional. Saat menunggu antrean, anjing pelacak narkotika datang dan mengelilingi tas perempuan itu. Hal tersebut mengundang kecurigaan petugas. 



Kecurigaan itu bertambah ketika tas milik Stella masuk ke X-ray. Petugas melihat benda aneh yang menyerupai tepung. Untuk memastikan, Stella diminta membuka tas tersebut. Petugas hanya melihat pakaian dan barang milik pribadi. 



Belum sempat ditutup, Stella diminta membuka dinding tas koper miliknya. Dia mulai ragu untuk memenuhi permintaan itu. Namun, perintah petugas tak bisa dibantahnya. Lalu, terkuaklah SS yang menempel di dinding koper miliknya. ""Jumlahnya sangat banyak,"" jelas Sigit. Petugas lalu mengamankan Stella. 



Tersangka terakhir, Abdul Safi, ditangkap pada 23 Mei lalu. Dia berangkat dari Kuala Lumpur dan tiba di Juanda pukul 23.30. Pria asal Sampang tersebut naik pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ 8298. 


SURABAYA - Bandara Internasional Juanda masih menjadi salah satu jalur favorit bagi jaringan sabu-sabu (SS) internasional. Buktinya, dalam dua pekan,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News