Ganjar Terdampak Negatif jika Situasi Ini Terus Terjadi hingga Februari 2024, Waduh

Ganjar Terdampak Negatif jika Situasi Ini Terus Terjadi hingga Februari 2024, Waduh
Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai sikap politik Presiden Jokowi belum sepenuhnya berlabuh kepada bakal calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

Menurutnya, dukungan Presiden Jokowi pada Pilpres 2024 mengarah kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Sikap politik Jokowi belum sepenuhnya kepada Ganjar Pranowo karena apa pun pada saat yang bersamaan pendukung Prabowo Subianto dan Gerindra mengklaim pilihan politik Jokowi pada 2024 mengarah kepada Prabowo," kata Adi dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Minggu (9/7).

Lebih lanjut Adi menilai kedekatan Jokowi dan Prabowo memengaruhi elektabilitas Prabowo Subianto sebagai capres yang cenderung meningkat.

"Dan itu yang menjelaskan kenapa elektabilitas Prabowo Subianto relatively naik sekarang begitu ketat dengan Ganjar Pranowo," ujarnya.

Elektabilitas Prabowo Subianto yang meningkat belakangan ini, menurut Adi, merupakan berkah politik dari kemesraan dan kedekatan Menteri Pertahanan tersebut dengan Jokowi.

"Artinya ada berkah politik yang didapatkan oleh Gerindra dan efek kemesraan dan kedekatan yang selalu ditunjukkan Jokowi dengan Prabowo Subianto dalam kondisi begini," imbuhnya.

Adi menilai, apabila situasi ini terus terjadi hingga Februari 2024, maka akan ada pengaruh negatif terhadap Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan.

Adi Prayitno menilai, jika situasi seperti ini terus terjadi jelang pemungutan Pilpres 2024, capres Ganjar Pranowo terdampak negatif.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News