Garuda Indonesia dan Lion Air Gagal Mendarat, Sriwijaya Air Selamat, Batik Air?

Garuda Indonesia dan Lion Air Gagal Mendarat, Sriwijaya Air Selamat, Batik Air?
Ilustrasi Garuda Indonesia. Foto: Natalia Laurens/JPNN

jpnn.com, PONTIANAK - Pesawat Garuda Indonesia dan Lion Air rute Jakarta-Pontianak gagal mendarat di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (13/1) sore.

"Benar, hari ini ada dua maskapai yang dialihkan pendaratan (divert) disebabkan cuaca buruk," kata General Manajer PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Supadio, Eri Brawliantoro di Sungai Raya, Kubu Raya, Rabu.

Dia menjelaskan kedua pesawat tersebut dengan kode penerbangan GA 504 milik maskapai Garuda Indonesia, dan kode penerbangan JT 684 milik maskapai Lion Air terpaksa dialihkan mendarat di bandara lain.

"Divert (bukan di tujuan semula) dan RTB (Return to Base) atau pesawat yang sudah terbang untuk beberapa saat tetapi kembali lagi ke bandar udara awal atau bandar udara alternatif terdekat karena alasan tertentu. Itu hal lumrah dalam dunia penerbangan, karena mengutamakan faktor keselamatan penerbangan," ungkapnya.

Dampak cuaca buruk itu, untuk pesawat Lion Air dialihkan ke Batam, sedangkan pesawat Garuda dialihkan ke Palembang.

Selain dua pesawat itu, satu pesawat lainya milik Sriwijaya Air juga hampir mengalami hal serupa, namun akhirnya berhasil landing di Bandara Supadio.

"Saat cuaca kurang baik tadi pesawat Sriwijaya Air sempat landing. Itu karena cuacanya sempat terang sedikit dan jarak pandang sempat memenuhi standar. Sementara itu pesawat Batik Air sempat holding. Kalau sudah begitu ada keputusan apakah akan landing atau divert," jelasnya.

Ia menyebutkan faktor cuaca ada beberapa, salah satunya karena angin atau visibility atau jarak pandang yang memang di bawah standar sehingga bisa mengganggu keselamatan penerbangan.

Garuda Indonesia dan Lion Air rute Jakarta-Pontianak gagal mendarat di Supadio, Rabu (13/1) sore.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News