Gebyar #2019GantiPresiden Buyar Gara-Gara Kasus Ratna

Gebyar #2019GantiPresiden Buyar Gara-Gara Kasus Ratna
Ratna Sarumpaet. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Adi Prayitno menilai simpati masyarakat terhadap pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno mulai buyar gara-gara kasus Ratna Sarumpaet.

Padahal, gerakan #2019GantiPresiden sebelumnya dinilai cukup efektif meningkatkan elektabilitas pasangan calon presiden nomor 02 tersebut.

Menurut Adi, kasus Ratna diperkirakan merusak elektoral Prabowo-Sandi karena ibu dari Atiqah Hasiholan itu selama ini dikenal menjadi inner circle tim pemenangan pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Adil Makmur.

"Minimal, Prabowo-Sandi akan kehilangan simpati dari publik yang mulai tertarik dengan kampanye #2019GantiPresiden," ujar Adi kepada JPNN, Kamis (11/10).

Pengajar di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta ini memprediksi, Prabowo-Sandi akan kesulitan menggandeng swing voter yang belum menentukan pilihan di Pilpres 2019.

Meski demikian, pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat ini masih memiliki waktu hingga enam bulan ke depan.

Prabowo-Sandi harus dapat memanfaatkan sisa waktu yang ada, jika ingin bersaing dengan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Saya kira masih ada waktu enam bulan bagi Prabowo-Sandi untuk me-recovery isu yang merugikan mereka ini," pungkas Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini. (gir/jpnn)


Pengamat politik menilai kasus Ratna Sarumpaet merusak elektoral Prabowo - Sandi dan mengganggu semangat gerakan 2019gantipresiden.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News