JPNN.com

Gelar Doktor Honoris Causa dari ITB untuk Kiprah dan Jasa Hatta Rajasa

Senin, 25 November 2019 – 15:05 WIB Gelar Doktor Honoris Causa dari ITB untuk Kiprah dan Jasa Hatta Rajasa - JPNN.com
Hatta Rajasa menerima gelar doktor honoris causa pada Sidang Terbuka ITB di Bandung, Senin (25/11). Foto: dokumentasi pribadi for jpnn.com

jpnn.com, BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan gelar doktor kehormatan atau honoris causa (Dr HC) kepada mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Senin (25/11). Gelar tersebut sebagai penghormatan atas kiprah alumnus ITB itu dalam membuat kebijakan publik untuk mendorong perekonomian nasional.

Dalam siaran pers yang diterima jpnn.com, Prof Dr B Kombaitan M.Sc selaku promotor mengatakan, Hatta tampil di bidang kebijakan publik ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan baik dalam aspek praktis maupun keilmuan. Kombaitan menuturkan, Hatta terinspirasi pemikiran-pemikiran John Maynard Keynes yang membawa perubahan besar dalam kebijakan ekonomi Inggris pada era Great Depression dekade 1930-an.

“Di era itu, di tengah-tengah meluasnya kepercayaan akan gagasan pasar-bebas dalam paham ekonomi neo-klasik, Keynes mengedepankan kembali peranan negara melalui intervensi kebijakan publik dalam mendorong permintaan untuk memacu pertumbuhan ekonomi,” tutur Kombaitan.

Namun, Hatta juga mengadopsi pemikiran Michael E. Porter tentang keunggulan kompetitif. Hatta mendorong peranan negara dalam meningkatkan daya saing dan kemampuan para produsen untuk memproduksi barang-barang yang berdaya saing, sehingga konsumen membeli barang-barang tersebut.

“Negara melalui kebijakan-kebijakan publik yang dijalankan, perlu berperan efektif dalam peningkatan daya saing, kemajuan teknologi dan inovasi,” papar Kombaitan.

Hatta pada penganugerahan gelar Dr HC itu menyampaikan pidato ilmiah berjudul Kebijakan Publik Unggul : Tantangan Indonesia Kemarin, Kini, dan Esok. Dalam pidato di hadapan sekitar 600 orang yang menghadiri Sidang Terbuka ITB itu Hatta menyodorkan premis bahwa kebijakan publik menentukan keberhasilan suatu negara.

Dengan kebijakan unggul, katanya, pemerintah bisa mengelola negara secara efektif. “Jadi, bukan karena pemerintahnya kuat sehingga efektif, namun karena kebijakan publik yang unggul sehingga didukung rakyatnya,” katanya.

Mantan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menyinggung soal tiga krisis ekonomi dan keuangan di Eropa khususnya Yunani pada 2012, Amerika Serikat pada 2008, serta Asia terutama Indonesia pada 2008 dan 2012. Hatta menyebut tiga krisis itu memberi pelajaran penting bahwa sumbernya adalah kebijakan yang tidak tepat.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...