Gencarkan Program Tanam Bawang Merah di Lahan Gambut

Gencarkan Program Tanam Bawang Merah di Lahan Gambut
Salah seorang pedagang Bawang Merah di salah satu pasar di Jakarta Selatan, Senin (9/1). Foto by: Ricardo

Melalui program itu, ia berharap Kalbar selamat dari inflasi gara-gara cabai, yang memang bisa mempengaruhi kenaikan angka inflasi cukup signifikan.

“Karena tidak termasuk bahan pokok, dampaknya hanya pada inflasi saja,” jelasnya.

Kendati belum bisa memenuhi dua kebutuhan masyarakat ini, Manaf menjamin ketersediaan bahan pangan di Kalbar sudah hampir mencukupi.

Ia mengingatkan, kebutuhan pangan tidak sebatas ketersediaan stok saja. “Tapi distribusinya juga harus jelas sehingga bisa diakses masyarakat,” ujarnya.

Soal distribusi, lanjut Manaf, masih menemui kendala. Terganjal akses infrastruktur, khususnya di daerah pedalaman.

Padahal, distribusi ini termasuk indikator ketahanan pangan. Akses yang memadai bisa mempengaruhi nilai jual pangan dan daya beli masyarakat.

Daya beli yang tinggi, dikatakannya, menjadi gambaran kesuksesan pemenuhan pangan suatu daerah.

“Dan, terpenuhinya kebutuhan pangan tidak hanya kenyang saja, tapi masalah gizi juga harus diperhatikan,” terang Manaf.

Provinsi Kalimantan Barat mengalami kekurangan bawang merah dalam jumlah besar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News