Geng Motor Makin Brutal, Polisi Dikeroyok Sampai Bengep

“Karena tidak terima dibubarkan dengan cara ditendang. Akhirnya polisi itu dipukul,” kata Zaki.
Zaki mengaku ikut memukul dan mengeroyok anggota kepolisian tersebut.
“Saya pukul sebanyak dua kali di punggung anggota polisi itu. Awalnya tidak tahu, karena pemuda itu berteriak kalau dirinya polisi, baru lah tahu dia polisi,” ujarnya.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, kawanan geng motor itu mengeroyok anggota Dit Sabhara Polda Kalbar.
“Kami akan kejar pelaku lainnya,” tegas Kompol Husni.
Husni menambahkan, saat itu Syaiful sedang membubarkan aksi balap liar di jalan raya depan Gereja Katedral.
“Jadi, para tersangka (geng motor) tidak terima dengan kehadiran anggota kepolisian. Akhirnya terjadilah pemukulan terhadap polisi. Tersangka sepuluh orang, beberapa orang sudah kami amankan di Mapolresta Pontianak,” tegas Husni.
Para tersangka dijerat pasal 351 dan 170 KUHP dengan ancaman delapan tahun penjara. (zrn)
Tindakan geng motor di Kota Pontianak, Kalimantan Barat makin meresahkan.
Redaktur & Reporter : Ragil
- Penyidik KPK Meluncur ke Kalimantan Barat, Sejumlah Tindakan Diambil
- Estpos Hadir di Pontianak, UMKM Kalbar Siap Masuk Era Digital
- Digitalisasi Transaksi Dorong UMKM Pontianak Bersaing di Kancah Nasional
- Cerita Ketua RT soal Keluarga dr. Priguna di Pontianak
- Geng Motor Aniaya 3 Remaja, Motor-Hp Korban Dibawa Kabur
- Konvoi di Jakpus, 25 Anggota Geng Motor Ditangkap Polisi, Sukurin