JPNN.com

Golkar Tak Mau Berlebihan Kampanye Keberhasilan Soeharto

Minggu, 23 Februari 2020 – 22:56 WIB Golkar Tak Mau Berlebihan Kampanye Keberhasilan Soeharto - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, menilai kesukaan masyarakat terhadap Soeharto dibanding presiden lain berdasarkan survei Indo Barometer sebagai hal yang wajar.

Dia juga menganggap Golkar mendapat keuntungan dari persepsi itu. Meski begitu, pria yang akrab disapa Kang Ace ini memastikan partainya tak mau berlebihan menggunakan isu keberhasilan Soeharto sebagai bahan kampanye.

"Isu keberhasilan Soeharto itu dirasakan oleh para pemilih yang memang hidup di era Orde Baru. Mereka yang merasakan situasi di mana Golkar waktu itu berkuasa. Dalam persepsi mereka pasti tak bisa dipisahkan dengan Partai Golkar. Namun tentu saat ini era-nya berbeda. Generasi milenial belum tentu memiliki persepsi seperti yang dialami sebelumnya," kata Kang Ace kepada JPNN.com, Minggu (23/2).

Ace menyadari persepsi masyarakat tidak bisa dihilangkan terkait Golkar dengan Soeharto. Menurut dia, Golkar merupakan partai politik utama pendukung Soeharto selama memimpin Indonesia. Bahkan Golkar sangat berperan dalam mempertahankan pemerintahan selama 32 tahun sebelum akhirnya lengser pada 1998.

"Menghilangkan keterkaitan antara Golkar dengan Soeharto amatlah sulit. Apalagi bagi masyarakat yang hidup di era Orde Baru. Pasti melekat dalam pikiran mereka bahwa Golkar, ya, Presiden Soeharto dengan ideologi kekaryaannya," kata Ace.

Meski demikian, politikus asal Jawa Barat ini mengingatkan bahwa Indonesia saat ini mengalami transformasi di berbagai bidang. Memasuki industri 4.0, kata Ace, partai yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto ini mengedepankan isu kesejahteraan yang lebih konteksual dengan era kekinian sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika nasional maupun internasional.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu melanjutkan bahwa generasi milenial saat ini merupakan segmen terbesar dalam pemilih Indonesia. Sementara mengangkat isu Soeharto belum tentu memiliki efek elektoral.

"Isu keberhasilan Soeharto dalam pemilu yang lalu direbut dan dimaksimalkan oleh Partai Berkarya, namun tak mampu mengangkat elektabilitas partai besutan keluarga Cendana itu," jelas Ace.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ridha