Gubernur Khofifah Minta Guru SMK bisa Memahami Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

Sabtu, 12 Juni 2021 – 22:14 WIB
Gubernur Khofifah Minta Guru SMK bisa Memahami Konstruksi Bangunan Tahan Gempa - JPNN.com
Gubernur Khofifah saat berkunjung ke Balai Besar Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidik Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPMPV BOE) Kota Malang, Jumat (11/6). Foto: Humas Pemprov Jatim

jpnn.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Balai Besar Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidik Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPMPV BOE) Kota Malang.

Dia berkunjung untuk menyiapkan SDM yang mumpuni di bidang antisipasi gempa dan tsunami di wilayah selatan Jatim.

Khofifah akan berkolaborasi dalam mempersiapkan guru SMK menguasai jurusan ahli konstruksi bangunan tahan gempa.

Dia kemudian berdialog dengan Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi BBPPMPV BOE Kota Malang Anwar Sidarta dan melihat secara dekat fasilitas yang disiapkan untuk pengembangan guru SMK di lahan seluas 11 hektar itu. 

Khofifah mengharapkan nantinya bisa menghasilkan SDM lulusan SMK yang siap membantu menyiapkan konstruksi rumah sederhana tahan gempa.

" Kita ada di wilayah ring of fire. Nah, bangunan-bangunan tahan gempa ini, kan, harus tersosialisasikan, terkomunikasikan, dan tersupport oleh SDM yang cukup," ujarnya.

Mantan Mensos itu sudah berkomunikasi dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya bahwa waktu dua tahun untuk menyiapkan tenaga yang dapat memahami keahlian bangunan tahan gempa. 

"Kalau di SMK ini masih harus ditingkatkan, maka butuh S2. Kalau satu tahun tidak cukup berarti setingkat D2. Jadi, anak SMK itu akan punya dua ijazah, yaitu SMK dan D2," jelas dia.

Dengan begitu, para lulusan SMK memiliki pendalaman keahlian menyiapkan rumah tahan gempa. Di mana saat ini, di Jatim membutuhkan banyak tenaga yang paham mengantisipasi potensi bencana alam.

Selain itu, adanya fasilitas di pendidikan dan pelatihan (Diklat) milik Kemendikbud RI itu, bisa memungkinkan para siswa SMK mendapatkan pelatihan sekaligus studi lanjutan untuk jenjang D2, khususnya di bidang ahli bangunan tahan gempa.

"Kalau seluas wilayah selatan Jawa kita harus terstandarisasi, misalnya konstruksinya membutuhkan spesifikasi. Ini menjadi penting, mungkin tidak hanya ITS, tetapi pendidikan-pendidikan di fakultas vokasi lain," imbuh Khofifah.

Dalam kunjungannya itu, Khofifah juga meninjau beberapa ruang yang digunakan untuk pelatihan dan praktik. Di antaranya ruang kerja kayu, bengkel otomotif, serta ruang kerja teknologi batu dan beton. 

"Vokasi ini kebutuhan kita kalau ini bisa dirangkai-rangkai, misalnya primarynya di sini, kemudian sampai kepada tahap advancenya di sini atau cari tempat lain," ujar dia. 

"Artinya di sini sudah dipercaya memberikan skill dan ilmu terapan untuk beberapa pelajaran," pungkas Khofifah. (mcr12/jpnn) 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...