Harga Pertalite di Daerah Ini Rp 50.000/Liter, Reserse Turun Tangan

Harga Pertalite di Daerah Ini Rp 50.000/Liter, Reserse Turun Tangan
Dispenser bahan bakar minyak di SPBU yang menyediakan Pertalite, Pertamax dan Premium. Ilustrasi Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, WAMENA - Polisi menyelidiki kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer di Jayawijaya, Papua, yang mencapai Rp 50.000 per liter.

Kenaikan harga ini sudah berlangsung satu minggu lebih.

"Saat ini anggota reserse sedang melakukan penyelidikan, bagi yang menaikan harga dari enceran yang sebenarnya yang Rp18.000/liter ada yang menjual sampai Rp50.000/liter, yakin dan percaya dia ditutup," kata Kapolres Jayawijaya AKBP Muh Safei di Wamena, Minggu.

Rata-rata pengecer BBM yang menjual Pertalite dengan harga Rp 20.000, Rp 25.000, Rp 35.000, hingga Rp 50.000 per liter ini tidak memiliki izin.

"Yang eceran tidak punya izin, dari segi kemanusiaan bolehlah dia melakukan penjualan enceran sepanjang tidak merugikan orang banyak. Artinya dia mencari hidup, kemudian harganya tidak terlalu jauh dari standar yang ada di APMS," katanya.

Sebelumnya Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengakui BBM di tingkat pengecer masih ada namun disembunyikan karena pemilik tidak mau mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 15.000 per liter untuk Pertalite.

"Semua pengecer BBM subsidi ini menyimpan BBM mereka untuk bisa menaikkan harga BBM di Wamena karena tidak mau mengikuti aturan pemerintah," katanya

Warga Jayawijaya Deni Alvin Tonjauw mengakui mendapati Pertalite dijual dengan harga Rp 50.000 per liter.

Polisi menyelidiki kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer yang mencapai Rp 50.000 per liter.