Rabu, 20 Maret 2019 – 00:00 WIB

Hebat, Raih Sebelas Penghargaan Selama Liburan

Kamis, 03 Januari 2019 – 16:01 WIB
Hebat, Raih Sebelas Penghargaan Selama Liburan - JPNN.COM

jpnn.com, SIDOARJO - Beberapa siswa SMPN 3 memanfaatkan momen liburan sekolah untuk berkompetisi. Pada hari pertama masuk sekolah kemarin (2/1), sebelas siswa mendapat penghargaan dari sekolah. Sebab, mereka telah menjuarai perlombaan dalam kurun dua minggu masa libur sekolah.

Pada apel pagi, mereka menjadi pusat perhatian. Sebelas siswa tersebut dipanggil. Satu per satu juara yang mereka dapat juga disebutkan. Yakni, juara pada olahraga silat, karate, kungfu, tenis lapangan, dan renang serta pada bidang nonolahraga seperti pidato antikorupsi dan cerdas cermat.

Tingkatan perlombaan yang mereka ikuti beragam. Ada yang mulai tingkat kota seperti lomba silat. Ada juga yang tingkat internasional untuk kungfu. Siswa yang ikut kompetisi kungfu tersebut adalah Dion Marcellino. Siswa kelas VII itu berhasil mengalahkan lawannya yang berasal dari Tiongkok dan Eropa. Dia menjadi juara II dalam event yang digelar di Bali pada 22 Desember lalu.

Karena pelaksanaan lomba bertepatan dengan libur sekolah, Dion bisa memaksimalkan latihannya. "Sehari saya berlatih delapan jam sejak awal libur sekolah itu," katanya.

Hal sama diungkapkan Stevani Elita Velinda. Siswi kelas IX itu mendapatkan tiga medali dari kejuaraan renang pada Indonesia Open. Yakni, 2 perak dan 1 perunggu pada kelas 1.500 meter. "Saya berlatih selama tiga jam setiap hari. Kecuali, Minggu libur," jelasnya.

Kerja keras dan inisiatif mereka mengikuti perlombaan membuahkan hasil. Kepala SMPN 3 Budi Hartono mengatakan, prestasi tersebut tidak akan didapat jika mereka hanya berdiam diri atau memanfaatkan libur untuk jalan-jalan saja. "Semua kemauan itu muncul dari diri mereka sendiri. Bahkan, sekolah juga kaget tiba-tiba mereka menang ini-itu selama libur," katanya.

Selain itu, pihak sekolah memberikan tugas selama libur sekolah. Yakni, setiap siswa diminta menulis sebuah cerpen. Kemudian, kumpulan cerpen itu dijadikan buku. Budi menambahkan, hal tersebut bertujuan menghindarkan anak dari kegiatan negatif saat mengisi waktu libur. (din/c7/any)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar