JPNN.com

Heboh, Petugas Panwascam Melahirkan saat Pantau Rekapitulasi

Sabtu, 27 April 2019 – 17:51 WIB Heboh, Petugas Panwascam Melahirkan saat Pantau Rekapitulasi - JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Sehari setelah coblosan, yakni saat mengikuti rekapitulasi surat suara di kantor Kecamatan Tarik, Alik Inayah merasa air ketubannya pecah.

"Sekitar pukul 15.00, sakitnya sudah tak keruan, suasana pun jadi heboh. Untung, suami segera datang dan membawa ke bidan terdekat," paparnya ditemui di rumahnya.

BACA JUGA : Tak Tega pada Petugas KPPS, Bu Risma Minta Pemilu dengan Sistem Elektronik

Namun, bidan desa tidak mampu mengatasi kondisi staf SDM Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Tarik tersebut.

Nurul Hidayat, suami Alik, bergegas membawanya ke Puskesmas Tarik. Berharap istrinya mampu mendapatkan pelayanan bersalin.

"Masih harus menunggu proses observasi, saya pun ragu," keluhnya.

BACA JUGA : Relawan Jokowi Syukuran Sekaligus Doakan Para Tokoh dan Petugas KPPS

Akhirnya Alik dilarikan ke RS Gatoel Mojokerto. "Sekitar pukul 21.00 masuk IGD. Saya sangat khawatir. Sebab, dokter menyampaikan air ketuban hampir habis," ungkapnya.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, anak keduanya itu bisa lahir dengan selamat tanpa proses operasi yang panjang.

"Prosesnya cukup lancar, tepat pukul 23.52 anak saya lahir," jelas Nurul.

Hingga kini, Alik masih menjalani pemulihan di rumahnya di Dusun Cepiples RT 9, RW 4. Nurul sangat bahagia atas kelahiran anak keduanya meskipun menjalani proses bersalin yang cukup menegangkan.

"Alhamdulillah, semuanya normal, bobotnya 3 kg dan panjangnya 50 cm. Banyak rekan yang menyarankan diberi nama Muhammad Pemilu, tapi saya tolak," candanya. "Saya beri nama Muhammad Reyza Putra Hidayat," lanjutnya.

BACA JUGA : TKN Jokowi - Ma'ruf Bakal Santuni Petugas KPPS yang Meninggal Dunia

Alik mengatakan, persalinannya maju dari perkiraan. "Diperkirakan lahiran awal Mei. Tapi, ini malah pas momen pemilu," ucapnya.

Meski hamil tua, perempuan 27 tahun tersebut semangat dan tanggung jawab akan tugasnya.

"Berangkat dari rumah jam 7 pagi. Baru pulang jam 11 malam," jelasnya. "Terutama saat pergeseran dan pendistribusian logistik," lanjutnya. (yog/c25/ai/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...