HNW: Pancasila Anugerah Tuhan yang Harus Disyukuri dan Dijaga

HNW: Pancasila Anugerah Tuhan yang Harus Disyukuri dan Dijaga
Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid (HNW). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan Pancasila adalah pondasi kuat warisan para Bapak Bangsa, dan sebagai penjaga eksistensi negara Indonesia sejak awal merdeka hingga sekarang ini.

Menurutnya, pondasi yang ditanamkan tersebut tidak main-main karena telah melalui pemikiran, diskusi, dan perdebatan yang dalam.

Oleh karena itu, kata dia, walaupun Bapak Bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, Moh. Yamin, Moh. Natsir dan lainnya telah wafat seluruhnya, Indonesia tidak ikut meninggal dunia.

Sebab, lanjut HNW, pondasi tersebut telah begitu mengakar menghujam sanubari rakyat dan bertahan sampai sekarang.

“Menurut saya, itu adalah anugerah Allah SWT yang harus disyukuri bersama dan harus dijaga terus terutama oleh generasi saat ini,” katanya saat hadir secara virtual pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR kerja sama MPR RI dengan Yayasan Senyum Bersama Indonesia, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/3).

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang H. Muhdi, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Syarief, Ketua Yayasan Senyum Bersama Indonesia Agus Purwanto, serta perwakilan beberapa Majelis Taklim dan masyarakat sekitar sebagai peserta.

Dari catatan sejarah, lanjut Hidayat, ada contoh nyata negara Yugoslavia yang juga memiliki Bapak Bangsa pendiri negara sekaligus tokoh fenomenal saat itu yakni Josip Broz Tito, malah hancur menjadi negara-negara kecil begitu bapak bangsanya tiada.

Padahal, Yugoslavia hanya negara daratan yang tidak teralu besar dengan tiga atau empat etnis serta tiga agama yang berbeda yakni Islam, Kristen Katolik dan Kristen Ortodoks tetapi persatuan mereka sangat ringkih sehingga mudah pecah.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan Pancasila adalah anugerah Allah SWT yang harus disyukuri bersama dan dijaga terus terutama oleh generasi saat ini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News