Ini Cara Polisi Mengecek Beras Plastik atau Asli, Dicelupkan ke Air

Ini Cara Polisi Mengecek Beras Plastik atau Asli, Dicelupkan ke Air
DARI JALUR LAUT: Petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak memeriksa beras di pergudangan Jalan Kalianget. Dari hasil penyisiran tidak ditemukan beras mencurigakan. Foto: WS Hendro/Jawa Pos

Personel kepolisian juga disebar ke banyak titik di wilayah pelabuhan. Tujuannya, memantau peredaran beras sintetis melalui jalur laut. ’’Kami juga berkoordinasi dengan bea dan cukai,’’ ucapnya.

Kasubbaghumas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar menambahkan, pengawasan beras akan diperketat. Beras sintetis tersebut menjadi atensi pemerintah. Diharapkan beras itu tidak sampai beredar di masyarakat. Dia meminta masyarakat yang mengetahui adanya beras sintetis langsung melapor kepada polisi.

Sementara itu, munculnya kasus beras palsu tidak terlepas dari tingginya harga beras di pasaran. Pemerintah Provinsi Jatim berupaya mengambil langkah untuk menekan harga. Salah satunya mengusulkan subsidi angkut untuk mengurangi biaya produksi.

Munculnya harga pasar dipengaruhi beberapa aspek. Salah satunya biaya transportasi. Kenaikan harga BBM berdampak pada tingginya biaya tersebut. Secara otomatis, harga pasar beras pun ikut melambung.

Gubernur Jatim Soekarwo yakin jika biaya produksi bisa ditekan, harga pasar akan terkontrol. Pemprov pun mengusulkan pemberian subsidi biaya angkut. ’’Itu cara untuk menekan harga,’’ ucapnya.

Dia juga mengatakan, tingginya harga beras dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya tindak kriminal menyebarkan beras plastik. Kasus tersebut ditemukan di Bekasi. Dia berharap kasus serupa tidak terjadi di Jawa Timur.

Pemerintah harus aktif menekan harga pasar. Subsidi biaya angkut dianggap tepat. Soekarwo berharap usulan itu bisa segera diterapkan. Dengan demikian, harga beras di pasar bisa dikontrol. ’’Kasihan masyarakat jika harganya terus melambung,’’ katanya.

Kenaikan harga beras membuat masyarakat semakin terjepit. Apalagi, sebentar lagi masuk bulan puasa. Tingkat konsumsi semakin tinggi. Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim Renville Antonio menyambut baik usulan tersebut. Subsidi biaya angkut memang bisa menekan biaya produksi. Dampaknya, harga beras di pasar tidak terlalu tinggi. ’’Itu langkah yang cukup arif,’’ katanya.

SURABAYA – Mengantisipasi peredaran beras sintetis atau yang dikenal sebagai beras plastik, polisi menyebarkan personel di kompleks pergudangan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News