Ini Kata Plt Wali Kota Bekasi soal Lampu Merah di Simpang CBD

Ini Kata Plt Wali Kota Bekasi soal Lampu Merah di Simpang CBD
Polisi saat olah TKP kecelakaan maut truk Pertamina di Simpang CBD, Jalan Raya Alternatif Cibubur, Kota Bekasi, Selasa (19/7). Foto: Dean Pahrevi/JPNN.com

jpnn.com, BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi masih menunggu hasil penyelidikan KNKT dan polisi terkait penutupan Simpang Citra Grand CBD, Jalan Transyogi, Jatisampurna.

Keberadaan Simpang Citra Grand CBD yang dilengkapi lampu merah kini tengah jadi sorotan karena dinilai membahayakan pengendara.

Belum lama ini truk Pertamina menabrak sejumlah motor serta mobil di dekat simpang tersebut dan menewaskan sepuluh orang.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengaku telah memerintahkan anak buahnya untuk menutup sementara simpang tersebut dan mematikan lampu merah.

"Jadi, saya kira apa yang dilakukan KNKT yang dilakukan oleh jajaran lantas Polri, menjadi salah satu rujukan hasil dari penyelidikan yang ada," kata Tri kepada wartawan, Rabu (20/7).

Pria yang beken disapa dengan panggilan Mas Tri itu menyebut Pemkot Bekasi bakal menutup permanen simpang tersebut apabila sudah sesuai rekomendasi KNKT dan polisi.

"Kalau memang itu harus dibongkar, kemudian harus ditutup, ya kami tutup secara permanen," ujar Mas Tri.

Sebelumnya, truk tangki bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina menabrak sejumlah mobil dan motor di Jalan Raya Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Kota Bekasi, Senin (18/7) sore.

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto angkat bicara soal lampu merah di Simpang CBD, Jalan Transyogi, Jatisampuna pascakecelakaan truk Pertamina.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News