Ini Korelasi Tahu dan Tempe dengan Kurs Rupiah

Ini Korelasi Tahu dan Tempe dengan Kurs Rupiah
Pengrajin tempe. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, KUDUS - Harga jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali meroket.

Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf menyatakan kenaikan terjadi setelah sebelumnya kedelai impor sempat turun menjadi Rp 9.850 per kilogram.

Menurut dia, saat ini harga kedelai naik lagi menjadi Rp 9.950 per kilogram, sedangkan permintaan juga cenderung turun.

"Kenaikan harga jual kedelai tersebut terjadi sejak satu pekan terakhir setelah sebelumnya sempat turun harga dari harga jual tertinggi pada akhir Mei 2021," kata Amar di Kudus, Jumat.

Pada akhir Mei 2021, kata dia, harga komoditas impor tersebut sempat melambung hingga mencapai Rp 10.750 per kilogram, kemudian berangsur turun menjadi Rp 9.650 per kilogram.

Akan tetapi, pekan kedua Juli 2021 kembali naik menjadi Rp 9.850 dan saat ini naik lagi menjadi Rp 9.950 per kilogram.

Amar mengakui belum bisa memastikan penyebab fluktuasi harga jual kedelai impor tersebut. Sebelumnya, kata dia, fluktuasi harganya disebabkan karena naiknya indeks perdagangan dan pengaruh USD.

Sementara itu, untuk permintaan, dia menduga karena kondisi pasar belum stabil mengingat sejak ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga PPKM level 4 banyak pelaku usaha kuliner yang belum bisa berjualan secara normal.

Harga jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali meroket karena berbagai faktor.