Inilah Kecamatan Paling Parah Akibat Guncangan Gempa

Inilah Kecamatan Paling Parah Akibat Guncangan Gempa
Anak dari korban gempa Muhammad Munif (kiri) bersama sepupunya Teti Rustam (tengah) dan anaknya Mutia Ananda (kanan) di depan rumahnya, Desa Gunungsari, Ciamis, Jabar, Minggu (17/12/2017).FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

jpnn.com - Wilayah Ciamis, Jawa Barat, tergolong daerah paling parah terdampak guncangan gempa. Dari keseluruhan 2.935 unit rumah rusak, 560 di antaranya berada di Pamarican. Warga pun diungsikan ke masjid.

SAHRUL YUNIZAR, Ciamis

LEPAS pukul 10 malam, seperti biasa, tak ada kegiatan lagi di rumah Aco Darsono. Dia dan keluarga pun terlelap. Namun, guncangan membangunkan mereka pada Jumat tengah malam (15/12) itu.

Dengan segera Aco dan keluarga sadar ada gempa. Tentu saja yang pertama dia lakukan ialah menyelamatkan keluarga. Tapi, setelah itu giliran warga yang harus dia beri perhatian. Meski rumahnya rusak parah.

Pria 60 tahun tersebut punya tanggung jawab sebagai ketua RW di RW 03, Dusun Ciparakan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. ”Saya langsung keliling. Memang banyak sekali yang rusak,” terang dia.

Angkanya sampai tidak bisa dihitung jari. Yang pasti, puluhan bangunan sudah dia laporkan terdampak cukup parah. Angkanya lebih dari 45 rumah di satu RW.

Pamarican memang menjadi wilayah di Jawa Barat (Jabar) yang paling parah terkena dampak gempa yang mengguncang selatan Jawa –berkekuatan 6,9 skala Richter– Jumat malam lalu itu. Rumah Aco bisa menjadi sampel.

Meski atapnya tidak ambruk, nyaris seluruh dindingnya retak. Sebagian bahkan sudah jebol. Mulai bagian samping sampai belakang. Hancur total. Tidak bisa dan tidak layak lagi ditempati.

Di Kecamatan Pamarican, Caimis, rumah-rumah warga ambruk, porak-poranda akibat guncangan gempa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News