JPNN.com

Inilah Makanan Kesukaan Para Presiden, Pak Harto Gemar Mi Instan, Gus Dur Pilih Lodeh

Senin, 07 Desember 2015 – 09:34 WIB Inilah Makanan Kesukaan Para Presiden, Pak Harto Gemar Mi Instan, Gus Dur Pilih Lodeh - JPNN.com

TERNYATA seorang presiden belum tentu memiliki  selera makanan yang mahal. Menu makanan sederhana juga begitu digemari para kepala negara di Indonesia. Kepala Biro Pengelolaan Istana Wahyuni Saptantinah mengaku, tidak sulit bagi pihaknya menyiapkan makanan untuk orang-orang nomor satu yang pernah tinggal di Istana. 

Presiden Soeharto, contohnya. Menurut Ade, sapaan Wahyuni, presiden ke dua itu jarang makan di istana karena ia tinggal di kediaman pribadinya di Jalan Cendana, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Tetapi, jika lapar, Soeharto hanya minta juru masak istana menyajikan mi instan untuknya. 

"Pak Harto kan pagi dari kediamannya sudah makan. Lalu sebelum makan siang sudah pulang ke rumah. Kalau ada acara sampai sore, beliau paling minta dibuatkan mi instan. Itu saja permintaannya," ujar wanita yang sudah 30 tahun mengabdi di Istana itu, pada JPNN beberapa waktu lalu.

Ade tidak tahu pasti makanan kesukaan Pak Harto, karena jika berada di istana, pria asal Kemusuk, Bantul, Yogyakarta itu memang hanya minta dibuatkan mi instan. Ditambah, saat masuk di Istana 30 tahun lalu, ia belum menjadi pengelola. Masih berstatus staf biasa sehingga belum sepenuhnya dekat dengan Presiden Soeharto.

Beda lagi dengan Presiden Habibie. Pria asal Pare-para, Sulsel itu sangat teratur untuk urusan makanan. Ade mengatakan, istri Habibie, Hasri Ainun Besari selalu memasakkan sendiri makanan untuk suaminya. Karena itu, Habibie tidak pernah meminta dimasakkan makanan tertentu dari koki istana.

"Bu Ainun yang mengatur makanan beliau (Habibie). Kalau pagi kan beliau sudah sarapan dari rumahnya. Jadi siang, makanannya diantar ke Istana," lanjut Ade.

Lain lagi dengan Presiden Abdurrahman Wahid. Menurut Ade, presiden yang kerap disapa Gus Dur itu tinggal di Istana Merdeka sehingga makanan disiapkan koki yang ada. Gus Dur tidak punya koki khusus. Ia hanya minta koki istana memasakkan masakan rumahan sederhana untuknya.

"Beliau suka dimasakkan sayur lodeh, sayur asem dan sayur bening. Masalah rumahan pokoknya," kata Ade.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...