Interpretasi Hukum Puritan Oleh Taliban Mewajibkan Penutupan Wajah Manekin

Interpretasi Hukum Puritan Oleh Taliban Mewajibkan Penutupan Wajah Manekin
Di bawah pemerintahan Taliban, pemilik toko tidak diizinkan memperlihatkan wajah manekin perempuan. (AP: Ebrahim Noroozi)

Awalnya Taliban mengatakan mereka tidak akan memaksakan aturan keras yang sama terhadap masyarakat seperti penerapan aturan pertama mereka pada akhir 1990-an.

Tetapi mereka secara bertahap memberlakukan lebih banyak pembatasan, terutama pada perempuan.

Mereka telah melarang perempuan di atas kelas enam bersekolah, tidak mengizinkan mereka bekerja di sebagian besar bidang pekerjaan dan menuntut mereka menutupi wajah mereka saat berada di luar.

Baru-baru ini, seorang perempuan yang berbelanja di Jalan Lycee Maryam memandangi para manekin yang wajahnya ditutup.

"Ketika saya melihat mereka, saya merasa boneka-boneka ini juga ditangkap dan dijebak, dan saya merasa takut," kata perempuan yang hanya menyebutkan nama depannya, Rahima.

"Saya merasa seperti melihat diri saya di balik jendela toko ini, seorang perempuan Afghanistan yang telah kehilangan semua haknya."

AP

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris


Di bawah kekuasaan Taliban, wajah manekin yang mengenakan pakaian perempuan di ibu kota Afghanistan harus ditutup dengan kain pakaian atau bahkan plastik hitam


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News