Isaac El Matari Sesumbar Akan Dirikan ISIS di Australia, Sekarang Begini Nasibnya

Isaac El Matari Sesumbar Akan Dirikan ISIS di Australia, Sekarang Begini Nasibnya
Isaac El Matari mengaku bersalah telah merencanakan sebuah serangan terorisme di Australia. (Supplied)

"Saya tahu target mana yang akan menimbulkan ketakutan masyarakat, target mana yang akan membuat orang sadar, dan target mana yang akan menyampaikan pesan kita," katanya.

Dalam persidangan pada hari Senin (11/10) Hakim Peter Garling menyatakan pria berusia 22 tahun itu hanya memiliki "rencana yang sangat umum" dan kemungkinan serangan yang akan dilakukan Isaac "sangat rendah".

"Dalam penilaian saya, pelaku ini banyak sekali bicara dan sedikit bertindak," kata Hakim Garling.

Isaac menerima vonis hukuman maksimal tujuh tahun empat bulan dengan pembebasan bersyarat berlaku setelah lima setengah tahun.

Ia mengaku bersalah telah melakukan persiapan untuk aksi teror dan persiapan memasuki Afghanistan untuk tujuan aktivitas permusuhan

Ia juga mengakui secara sadar menjadi anggota ISIS selama tahun 2019.

Saat mendengarkan vonis dari sel penjara melalui tautan video, Isaac tampak menutupi wajah dengan tangannya dan kemudian melemparkan senyum.

Dalam sebuah surat kepada teman satu selnya yang ditemukan petugas beberapa bulan setelah penangkapannya pada Juli 2019, Isaac terus membual tentang kemampuannya memfasilitasi impor senjata api dan senjata lainnya, termasuk rompi bunuh diri.

Isaac El Matari mengaku bersalah di pengadilan jika ia mempersiapkan serangan teror di Australia

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News