Istri Ferdy Sambo Teriak Picu Baku Tembak, Kejanggalan Besar, Terbaru soal Senjata

Istri Ferdy Sambo Teriak Picu Baku Tembak, Kejanggalan Besar, Terbaru soal Senjata
Rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, tempat kejadian baku tembak polisi yang menyebabkan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas. Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Pusat Studi Hukum Kepolisian (PSHK) Universitas Islam Sultan Agung Semarang Muhammad Taufiq ikut menyoroti insiden  baku tembak polisi di rumah kadiv Propam PolriIrjen Ferdy Sambo,Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).

Dalam peristiwa tersebut Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas terkena tembakan Bharada E.

Brigadir J yang merupakan ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Brigadir J merupakan personel Brimob yang bertugas di Divisi Propam Polri. Dia juga sopir pribadi Putri Ferdy Sambo, istri Ferdy Sambo.

Bharada E merupakan anggota Brimob yang diperbantukan untuk menjadi ajudan Kadiv Propam Polri.

Taufiq menyatakan Polri perlu menjelaskan kepemilikan senjata api laras pendek yang digunakan Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Dia juga menyebutkan pihak kepolisian perlu menjelaskan secara terrinci terkait baku tembak yang menggemparkan publik itu.

Taufiq menilai ada sejumlah kejanggalan di balik insiden tersebut.

"Di balik tewasnya Brigadir Joshua, masih menyisakan kejanggalan besar," kata Muhammad Taufiq kepada wartawan, Rabu (13/7). 

Muhammad Taufiq menilai ada kejanggalan besar dalam kasus baku tembak polisi yang dipicu istri Irjen Ferdy Sambo teriak minta tolong. Terbaru soal senjata.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News