Isu Pemekaran Provinsi Menguat, Pemprov Jateng Sebut Tak Ada Urgensinya
Rabu, 16 April 2025 – 18:06 WIB
Gambar rencana pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman Provinsi Jawa Tengah. FOTO: Humas Pemprov Jateng.
jpnn.com, SOLO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menanggapi beredarnya isu pemekaran wilayah yang ramai dibicarakan di layanan aplikasi WhatsApp.
Isu ini menyebutkan sejumlah kabupaten dan kota di Jateng akan dimekarkan menjadi provinsi baru.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menyebut sama sekali tidak memiliki rencana, kepentingan, maupun urgensi untuk membahas pemekaran wilayah.
"Kami tidak sedang berpikir penambahan provinsi, tidak sedang pikir seperti itu. Jadi, khazanah-khazanah di sini biar sajalah," kata Sujarwanto saat dikonfirmasi di Kota Semarang, Rabu (16/4).
Isu ini menyebutkan sejumlah kabupaten dan kota di Jateng akan dimekarkan menjadi provinsi baru.
BERITA TERKAIT
- Pemprov Jateng Menargetkan Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Selesai Akhir 2026
- Gubernur Luthfi Realokasi Rp200 M Untuk Perbaikan Jalan
- Gubernur Luthfi: Evaluasi MBG di Jateng Perlu Libatkan Pemerintah Daerah
- Ahmad Luthfi Bawa Jateng Meraih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri
- Gubernur Luthfi Instruksikan APBD Perubahan 2026 Untuk Genjot Perbaikan Jalan
- Gubernur Jateng Ingin Pemerataan Pendidikan Sampai di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu
JPNN.com




