Jumat, 16 November 2018 – 06:06 WIB

Jelang Pernikahan Putri Menhut dan Putra Amien Rais

Jumat, 07 Oktober 2011 – 11:49 WIB
Jelang Pernikahan Putri Menhut dan Putra Amien Rais - JPNN.COM

Tanggal 8 Oktober 2011 akan menjadi hari istimewa bagi pasangan Futri Zulya Savitri dan Ahmad Mumtaz. Futri, anak pertama Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, akan melangsungkan pernikahan dengan Ahmad Mumtaz, putra ketiga tokoh reformasi yang juga pendiri Partai Amanat Nasional, Prof Amien Rais. Seperti apa persiapannya?

IRZAN ASLAM, Jakarta

Wajah Futri Zulya Savitri tampak berbunga-bunga. Senyum manisnya merekah. Ya, putri pertama Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan ini memang sedang berbahagia. Pada 8 Oktober mendatang, gadis semampai ini akan melangsungkan pernikahan dengan putra ketiga Prof Amien Rais, politikus senior yang juga pendiri Partai Amanat Nasional.

Ditemui INDOPOS (Group JPNN) di kediaman resmi Menhut RI di Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan, Futri tampak anggun. Dengan rambut dibiarkan terurai panjang, Futri yang belum lama lulus dari Master of Business Administration Australian National University ini terlihat serasi mengenakan busana muslim berwarna dominan merah marun. Perempuan yang sedang merintis bisnis kuliner ini terlihat elegan dengan kalung peraknya.

 Meski terlihat lebih simple dan sederhana, Mumtaz juga terlihat keren. Mengenakan baju muslim berwarna putih dengan corak kaligrafi, Mumtaz juga selalu menebar senyum kepada siapa saja yang menyapanya. Bisa dibilang, Mumtaz tercatat sebagai salah seorang the next generation Amien Rais. Jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta ini, mengikuti jejak sang ayah. Dia tercatat sebagai salah seorang anggota DPR-RI termuda dari Dapil Jawa Tengah VIII.

Jelang hari istimewa tersebut, keduanya memang sedang sibuk-sibuknya. Futri mengatakan, pekan ini kesibukannya sedang sangat padat. Ijab kabul tinggal menanti hari. Futri mengatakan, acara ijab kabul akan dihelat pada 8 Oktober mendatang di kediaman resmi Menhut di Jalan Denpasar Raya. Sedangkan resepsi pernikahan akan dilaksanakan pada Minggu (9/10) di Hall D Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. ’’Sebelum ijab kabul,  akan dilakukan pengajian dan siraman di Jalan Denpasar Raya, Jumat nanti (hari ini, Red) mulai pukul 09.30 pagi,’’ kata jebolan Institut Teknologi Bandung ini.

Sebagai putri salah seorang petinggi negeri ini, sejumlah tokoh pemerintahan akan turut mendatangi hari special Futri dan Mumtaz. Kata Futri, saksi untuk acara ijab kabul adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. ’’Keduanya sudah confirm untuk acara ijab kabul,’’ kata Futri.

Mengenai resepsi pernikahan, Futri mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Tak kurang dari 3 bulan, lanjut perempuan kelahiran Jakarta, 13 Mei, 23 tahun lalu itu, persiapan sudah dilakukan. Konsep acara resepsi nanti lebih bercorak adat Lampung. Ada nuansa merah kombinasi pada pernikahan yang akan dihadiri oleh tak kurang dari 4.000 tamu undangan itu. Adat Lampung diambil karena berasal dari keluarga Zulkifli Hasan yang merupakan asli daerah tersebut.

Mumtaz menambahkan, meski bercorak Lampung, ada nuansa Jawa pada rangkaian prosesi pernikahannya. Misalnya, ada tari-tarian Jawa yang akan dipertunjukkan. Bahkan, di salah satu pojokan juga akan dilantunkan kolaborasi adat yang menarik, antara Lampung dan Jawa. ’’Soal adat, kita akomodasi dua-duanya. Nanti akan jadi pernikahan yang unik karena ada nuansa ekshibisinya. Siraman juga lebih bernuansa Jawa,’’ kata pria kelahiran Jogjakarta, 17 September 1983 itu.

Mengenai kesan ekshibisi ini, kata Mumtaz, nantinya akan ada gubuk-gubuk yang menyediakan makanan khas ala Lampung dan Jawa. Selain gubuk, dalam resepsi itu juga akan dipamerkan beberapa kerajinan rakyat dan pernak-pernik lainnya. Jadi, kata dia, selain resepsi, tamu undangan juga dapat menikmati indahnya budaya nusantara. 

Soal resepsi, Mumtaz mengaku lebih suka Futri yang menjelaskan. Maklum, kata dia, perempuan biasanya lebih care menjelaskan hal-hal yang detail. ’’Saya urusan global saja. Soal kuliner dan busana pengantin, Futri jagonya..hehehe,’’ kata Mumtaz yang dikenal ceplas-ceplos.

Busana pengantin, lanjut Futri, dirancang secara eksklusif oleh desainer kenamaan Eddy Betty. Pakaian pengantin itu juga akan didominasi warna-warna cerah seperti merah dan keemasan.

Bagaimana dengan mas kawin" Futri mengatakan, mas kawin yang sudah disiapkan tidak aneh-aneh. Sama seperti pengantin pada umumnya. Hanya saja, kata Futri, mas kawin yang disiapkan agak unik, yakni Mumtaz menyiapkan dua sajadah kembar dalam bingkisannya. Selain itu, ada pula mas kawin seberat 13 keping koin emas. Cincinnya juga diukir dengan corak yang khas. Di tengah koin itu ada dua huruf FM. Artinya, Futri dan Mumtaz. Selain itu, tanggal 13 merupakan tanggal lahir Futri. ’’Sajadah kembar melambangkan agar saya dan Mumtaz selalu salat berjamaah,’’ kata Futri seraya tersenyum.

Pernikahan ini tentu saja akan mengeratkan ikatan kekeluargaan di tubuh Muhammadiyah dan Partai Amanat Nasional (PAN). Mumtaz adalah putra ketiga tokoh Muhammadiyah dan mantan Ketua MPR Amien Rais hasil pernikahannya dengan Hj Kusnasriyati Sri Rahayu. Adapun Putri Zulya adalah putri sulung Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Hj Soraya Ali. Kiprah Mumtaz inilah yang barang kali membuat Putri Zulya tidak ragu menerima lamaran Mumtaz. Lamaran sendiri dilakukan pada Februari lalu di kediaman Menhut RI.

’’Kami mencontoh Rasulullah soal pernikahan. Kami mencoba menerapkan tradisi kufu dalam mengeratkan kekerabatan. Carilah pasangan yang satu mahzab dan satu level. Nantinya keluarga itu akan semakin kokoh dan baik,’’ kata Mumtaz diplomatis.

Kemana rencana bulan madunya" Keduanya berpandangan sambil tersenyum. Lalu Mumtaz memberi petunjuk tanda mengangguk kepada sang kekasih. Futri lalu menjawab pelan,’’Insya Allah kalau jadi kami akan berbulan madu ke Venice (Italia) atau ke Yunani.’’

Bicara soal pertemuan Mumtaz dan Futri memang unik. Keduanya berjumpa pada acara partai PAN di Jakarta sekitar 2 tahun lalu. Perjumpaan itu ternyata berlanjut. Berawal dari tukar menukar nomor telepon seluler, keduanya berpacaran jarak jauh. Pacaran dua sejoli ini dipisahkan benua yang berbeda. Mumtaz di Jakarta dan di Jogjakarta, sementara Futri di Australia. Saat pertama kali jadian, Futri sudah kuliah di Australian National University.

Tak pelak, satu-satunya jalan berkomunikasi adalah dengan memanfaatkan teknologi komputer. Selain facebook dan Twitter, mereka juga memanfaatkan Yahoo Messenger atau Skype. ’’Kalau kangen ya oncam saja di laptop. Bisa ketemu anytime. Meski dipisahkan jarak, setidaknya kita masih bisa berdiskusi dan bercerita,’’ Futri dengan wajah senang.

Ada hal unik saat acara partai. Mumtaz yang juga aktif di partai berlambang matahari itu sempat keceletot menyebut panggilan Zulkifli Hasan, yang merupakan salah seorang tokoh PAN.  Di saat orang lain menyebut Zulkifli Hasan dengan sebutan ’Abang’ dirinya malah menyebut ’Papih’. Sebutan Papih ini biasa digunakan anak-anak Zulkifli Hasan. ”Agak canggung juga menyebut nama Abang kepada camer (calon mertua), kini sudah biasa. Kadang-kadang saja suka keceplosan,” kata Mumtaz.

Pada bagian lain, Menhut Zulkifli Hasan tampak bahagia dengan pernikahan ini. Dia juga bersyukur, pernikahan Futri dan Mumtaz dapat mempererat tali silaturahmi dengan Prof Amien Rais. Dia berpesan kepada anaknya, untuk saling menghargai satu sama lain. Tidak ada lagi, ini keluarga istri dan ini keluarga suami. Semuanya akan menjadi satu keluarga.

Ditanya mengenai istilah perjodohan politik, Zulkifli hanya tertawa. Pasalnya, hubungan antara Futri dan Mumtaz memang tidak direncanakan juga tidak dijodoh-jodohkan. ’’Mereka bertemu sendiri pada acara PAN, kemudian saling berkenalan dan cocok satu sama lainnya. Mereka jodoh dari Allah,’’ kata Zulkifli sambil tersenyum. (*)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar