Jelang Ramadan, ACT Siapkan Program Bantuan untuk Umat, Suriah & Rohingya Masuk Target

Jelang Ramadan, ACT Siapkan Program Bantuan untuk Umat, Suriah & Rohingya Masuk Target
Presiden ACT Ibnu Khajar (tengah) bersama Ade Jinggo (paling kiri), Dewan Syariah ACT Ustaz Bobby Herwibowo, Chand Kelvin, dan Ketua Dewan Pembina ACT Imam Akbari (paling kanan). Foto dokumentasi ACT

jpnn.com, JAKARTA - Aksi Cepat Tanggap (ACT) berharap Ramadan tahun ini yang masih berlangsung dalam suasana pandemi Covid-19 tidak mengurangi kekhusyukan umat dalam beribadah dan beramal saleh.

Selama periode Ramadan 2022, ACT telah menyiapkan sejumlah program sesuai kebutuhan umat, dengan aktivitas masif, serta didukung tim sukarelawan besar dengan jangkauan luas.

Program itu di antaranya berupa bantuan pangan, bantuan untuk guru dan dai di tepian negeri, pembangunan masjid di pelosok daerah, distribusi mushaf Al-Qur’an, dan zakat fitrah.

"Melalui sedekah di saat pandemi, masyarakat bisa lebih menguatkan mereka yang membutuhkan," kata Presiden ACT Ibnu Khajar saat peluncuran tema "Kan Ramadhan" pada Jumat (4/3).

"Tidak hanya di Indonesia, beragam aksi kebaikan selama masa Ramadan juga akan menyapa penduduk di negara terdampak konflik kemanusiaan dan krisis sumber daya, seperti Palestina, Suriah, Yaman, Rohingya, serta benua Afrika," lanjut Ibnu.

Dia menjelaskan Kan Ramadhan memiliki makna semua jenis ibadah, termasuk memberikan sedekah pada bulan suci tidak harus memikirkan alasan-alasan tertentu.

Menurut Ibnu, semua kebaikan dan ibadah yang dilakukan pada periode tersebut hanya memiliki satu alasan, yakni karena kehadiran bulan Ramadan. Kebiasaan itu pun diharapkan berkelanjutan walaupun Ramadan telah usai.

"Sebelum Ramadan, harus menyambutnya dengan persiapan-persiapan terbaik. Saat Ramadan berlangsung lakukan ibadah-ibadah terbaik termasuk sedekah terbaik. Lalu setelah Ramadan, harus memberi yang terbaik atas berkah dari bulan Ramadan yang kita dapatkan," tuturnya.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) siapkan berbagai program bantuan untuk umat saat Ramadaan 2022, termasuk penduduk di negara konflik seperti Suriah dan Rohingya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News