Jeritan Anak saat Subuh Bikin Heboh, Ternyata...Inalillahi

Jeritan Anak saat Subuh Bikin Heboh, Ternyata...Inalillahi
Jeritan Anak saat Subuh Bikin Heboh, Ternyata...Inalillahi

SIMEULUE - Hendri Swanto, (38) warga Kota Sinabang yang juga juga seorang toke ikan, ditemukan tewas gantung diri, kemarin (27/7). Tindakan nekat ini diduga karena faktor himpitan ekonomi.
 
Dia ditemukan tergantung tak bernyawa, sekitar pukul 06.30 Wib, oleh Fer salah seorang anaknya, yang masih berumur 7 tahun, di dalam satu ruangan kamar rumahnya. Fer menjerit dan minta tolong.
 
Jeritan minta tolong bocah di pagi subuh itu membangunkan warga sekitar dan  langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Simeulue Timur. Kemudian, bersama warga  jasad toke ikan itu dilarikan ke RSUD Simeulue untuk dilakukan visum.
 
Hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, tidak ditemukan indikasi kekerasan atau pembunuhan dan murni akibat bunuh diri. Hal itu dijelaskan Kapolres AKBP Edi Bastari, kepada Rakyat Aceh (Grup JPNN), Senin (27/7).
 
Penyebab bunuh dirinya toke ikan itu sebut Kapolres, diduga karena faktor himpitan ekonomi. "Dugaan sementara kita, karena faktor ekonomi, sehingga dia nekat bunuh diri, kita belum tahu apakah karena hutang piutang bisnis dagang ikan," imbuh Edi Bastari.
 
Sejumlah warga yang ditemui Rakyat Aceh, menyatakan Hendri Swanto, berprofesi pedagang ikan dan pebisnis ekspor ikan keluar daerah.

"Dia memang pedagang ikan, dan sering jual ikan keluar daerah," kata warga yang tidak bersedia namanya ditulis.(Ahi)


SIMEULUE - Hendri Swanto, (38) warga Kota Sinabang yang juga juga seorang toke ikan, ditemukan tewas gantung diri, kemarin (27/7). Tindakan nekat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News