Joget Gemoy Prabowo Tampak Sangat Bermasalah, Tak Kenal Situasi

Joget Gemoy Prabowo Tampak Sangat Bermasalah, Tak Kenal Situasi
Prabowo Subianto sempat tiba-tiba berjoget saat debat capres ketika saling menanggapi dengan kompetitornya, Anies Baswedan, di kantor KPU RI, Selasa (12/12/2023). Foto: Ricardo/JPNN.com

Walakin, Reza menyebut Trump dan Yeltsin bergoyang asyik cuma di saat berada di panggung dan ketika musik mengalun. Pun hanya satu dua kali.

Mereka juga tidak menjadikan joget sebagai strategi branding yang dipertontonkan terus menerus. "Pada titik itulah joget gemoy Prabowo tampak sangat bermasalah," ucap Reza.

Menurut Reza, Prabowo berjoget terlalu sering. Tanpa musik pula. Dan seperti tak kenal situasi. Saat ditanya hal serius, tanpa jawaban tuntas, Prabowo justru 'menggenapi' jawabannya dengan berjoget.

"Sebagai orang yang mendukung Prabowo pada dua kali Pilpres, saya terpukau oleh kegesitan Prabowo di tahun 2014 dan 2019," ujar Reza.

Namun, sekarang bukan kondisi fisik Prabowo dirisaukannya. Toh, Capres RI nomor urut 2 itu sudah menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Reza menyebut joget berulang tanpa memperhatikan konteks acara, ditambah pernyataan-pernyataan Prabowo yang serba mengambang dan terputus, itulah yang membuat waswas akan satu hal, yaitu executive functioning Prabowo.

"Executive functioning bersangkut paut dengan kesanggupan manusia mengelola informasi lalu membuat keputusan yang solid," ucapnya.

Menurut Reza, joget gemoy ala Prabowo terkesan sebagai bentuk kompensasi, sekaligus pengalihan perhatian audiens, atas menurun jauhnya kemampuan Prabowo berpikir strategis dan tuntas di level tertinggi pejabat negara.

Reza Indragiri sampaikan analisis soal joget gemoy Prabowo Subianto yang tampak sangat bermasalah. Tanpa musik pula. Tak Kenal situasi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News