Johnny vs Amber

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Johnny vs Amber
Johnny Depp. Foto: Reuters

PKS mendesak adanya sanksi hukum yang tegas terhadap perzinahan dan penyimpangan seksual. 

Bagi kalangan feminis dan liberal undang-undang ini menjadi sebuah kemenangan. 

Namun, bagi kalangan agama undang-undang ini tidak cukup efektif mengatasi tindak maksiat dalam hubungan seksual, terutama perzinahan dan hubungan sesama jenis. 

Undang-undang ini masih dianggap terlalu permisif karena membawa perspektif yang terlalu liberal.

Kisah Johnny vs Amber menunjukkan rapuhnya institusi rumah tangga di Barat. 

Hak-hak feminis yang diberikan secara liberal menjadikan institusi rumah tangga keropos dan tidak tahan lama. 

Di Indonesia, cerita Johnny vs Amber pasti menjadi cerita sinetron yang sukses dan banyak digemari. 

Sebentar lagi akan muncul kisah sinetron ala drama Johnny vs Amber. Tunggu saja. (*)

Kisah Johnny vs Amber menunjukkan rapuhnya institusi rumah tangga di Barat. Rumah tangga mereka penuh cerita mengenai kekerasan di antara kedua pihak.


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News