Jokowi: Kok Tidak Bisa Lari Cepat?

Jokowi: Kok Tidak Bisa Lari Cepat?
Presiden Joko Widodo saat menutup IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jumat (29/12). Foto: Biro Pers Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya di Kabinet Kerja untuk fokus bekerja meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Utamanya terkait penyelesaian masalah di bidang investasi dan perdagangan luar negeri.

Penegasan disampaikan Presiden yang beken disapa Jokowi saat menggelar rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Kerja di Istana Merdeka Jakarta.

"Semuanya harus satu garis, satu arah sehingga problem-problem yang dihadapi di lapangan itu betul-betul bisa kita tangani dengan baik," tegas Jokowi.

Dia mengingatkan para pembantunya untuk memanfaatkan dan menjaga dengan baik kepercayaan yang telah diberikan dunia internasional terhadap pengelolaan ekonomi nasional yang dinilai semakin membaik.

Mulai dari peringkat ease of doing business yang melonjak ke posisi 72 pada tahun 2017, peringkat layak investasi yang diberikan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P), hingga peringkat utang jangka panjang Indonesia dalam mata uang asing dan lokal yang naik menjadi peringkat BBB dengan outlook stabil menurut Fitch Ratings.

"Itu lonjakan yang sangat besar sekali," ungkap Presiden, sembari mengajak seluruh jajarannya untuk bersama-sama mencari solusi dari sejumlah permasalahan yang dianggap menghambat iklim investasi dan perdagangan di Tanah Air.

"Kita ini kalau diibaratkan orang sakit, kita ini baik semuanya. Kolesterol baik, jantung baik, paru-paru baik, darah tinggi juga tidak ada, tapi kok tidak bisa lari cepat? Ini problem-nya harus dicari," pungkas dia.(fat/jpnn)


Presiden Joko Widodo minta jajaran jajaran Kabinet Kerja tingkatkan iklim investasi.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News