Jokowi Minta IPB Ciptakan Paradigma Pertanian Baru

Jokowi Minta IPB Ciptakan Paradigma Pertanian Baru
Presiden Joko Widodo di UGM. Foto: Biro Pers Istana

"Kenapa tidak ada fakultas penggilingan padi? Atau manajemen logistik pangan. Padahal kebutuhan SDM di Indonesia untuk bidang itu sangat besar untuk memerbaiki sistem logistik nasional," bebernya.

Di akhir orasinya, Presiden Jokowi pun berpesan agar IPB terus bekerja sama dengan pemerintah, tidak berhenti melahirkan inovasi, tidak menjadi menara gading, terus turun ke lapangan untuk membantu mewujudkan kemandirian pangan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Pada kesempatan yang sama Rektor IPB Hery Suhardiyanto melaporkan bahwa saat ini telah berhasil diproduksi 180 ton benih dasar padi IPB 3S yang siap disebarkan kepada para penangkar benih di berbagai daerah di Indonesia.

Lebih lanjut, Hery mengatakan 180 ton benih dasar bisa dihasilkan 30 ribu ton benih sebar yang bisa memenuhi kebutuhan benih padi untuk sawah seluas 1 juta hektare.

"Produktivitas rata-rata IPB 3S adalah 8,4 ton gabah kering panen per hektare. Apabila digunakan angka perkiraan produktivitas 7 ton gabah kering panen per hektare saja maka penggunaan benih padi IPB 3S seluas 1 juta hektare tersebut diharapkan akan menghasilkan 7 juta ton gabah kering panen pada musim panen yang akan datang," ungkap Hery.

IPB telah melakukan kerja sama dengan 15 kabupaten pada delapan provinsi yang mempunyai program kabupaten mandiri benih, antara lain Kabupaten Bogor, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Banggai, Kendal, Jember, Klaten, Bireuen, Pasaman Barat, Barito Kuala, Kapuas, Lombok Barat dan Merauke. Pogram mandiri benih biss dilaksanakan mulai tingkat desa, kabupaten hingga provinsi. (esy/jpnn)


Jokowi yakin IPB berkemampuan untuk menyiapkan petani-petani ke arah modern


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News