Jumat, 22 Maret 2019 – 09:23 WIB

Jumlah Wisatawan Ke Australia Barat Naik Tapi Tingkat Belanja Turun

Rabu, 09 Januari 2019 – 22:00 WIB
Jumlah Wisatawan Ke Australia Barat Naik Tapi Tingkat Belanja Turun - JPNN.COM

Setelah menggelontorkan anggaran jutaan dollar lewat program kampanye pariwisata, data menunjukan jumlah kunjungan wisatawan ke Australia Barat mengalami peningkatan.

Meski demikian pelaku industri pariwisata masih mengaku kesulitan membuat pelancong tinggal lebih lama dan meyakinkan wisatawan mancanegara membelanjakan lebih banyak uang di Australia Barat.

Dalam kurun waktu 12 bulan sejak September 2017 hingga September 2018, jumlah pengunjung internasional ke negara bagian Australia Barat sedikit meningkat sebesar 6.000 orang atau naik sekitar 0,6 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Namun terlepas dari pertumbuhan jumlah pengunjung secara keseluruhan ini, jumlah total uang yang mereka habiskan di WA justru turun $ 166 juta, atau 6,8 persen.

Menteri Pariwisata, Australia barat, Paul Papalia mengatakan turunnya harga akomodasi di kawasan Australia barat banyak diklaim sebagai faktor pemicu utama.

Menurutnya di tahun-tahun sebelumnya akomodasi mencakup porsi terbesar dari total belanja para wisatawan.

Namun dia mengatakan penurunan tarif hotel telah membuat negara bagian Australia Barat menjadi lebih menarik dan membantu menghilangkan reputasi sebagai kawasan wisata 'mahal' yang selama ini disematkan ke wilayah Australia barat selama booming sektor pertambangan.

"Orang akan ingat selama booming sektor pertambangan Anda tidak bisa mendapatkan hotel sama sekali, karena itu sangat mahal," katanya.

"Sebenarnya di kawasan ini tidak ada pasar untuk rekreasi, orang-orang yang bepergian kemari adalah pelancong bisnis yang terkait dengan booming sektor pertambangan saja. Setelah itu kami benar-benar berusaha menumbuhkan pasar real."

Hotel Perth tourism campaign sells city as affordable holiday destination Video: Hotel Perth tourism campaign sells city as affordable holiday destination (Indonesian)

Paul Papalia mengatakan pemerintah Liberal sebelumnya telah mengabaikan industri pariwisata selama periode booming sektor pertambangan dan akibatnya hingga kini WA masih berada di tahap pemulihan.

Namun juru bicara pariwisata dari oposisi, Libby Mettam, mengatakan sudah saatnya pemerintah mengambil tanggung jawab atas kinerja sektor pariwisata.

"Pemerintah McGowan harus berhenti menyalahkan pemerintah sebelumnya karena kinerjanya yang buruk dalam pariwisata," katanya.

"Kami telah melihat penurunan paling signifikan yang pernah dicatat dalam pengeluaran pengunjung internasional di bawah pengawasan mereka.

"Kami satu-satunya negara bagian yang mengalami penurunan seperti itu ketika berlangsung ledakan industri periwisata di seluruh negeri bagian di australia."

Pilihan diantara dua pasar

Meskipun tarif hotel menjadi lebih terjangkau, data pariwisata menunjukkan bahwa pengunjung lokal dan internasional memilih bermalam lebih singkat di negara bagian ini.

Untuk pengunjung internasional, jumlah malam yang dihabiskan di WA turun 5,3 persen, sedangkan untuk pengunjung antar negara itu turun 8,4 persen.

Tetapi pengunjung antarnegara bagian membawa lebih banyak uang ke WA dari tahun sebelumnya, dengan pengeluaran pengunjung naik 7,8 persen dan jumlah total pengunjung antarnegara tumbuh 8,8 persen.

Kepala eksekutif Dewan Pariwisata WA Evan Hall mengatakan perbedaan dalam pertumbuhan dan penurunan tingkat belanja pengunjung internasional dan antar negara bagian menunjukkan Tourism WA sedang kesulitan untuk menyeimbangkan anggaran yang terbatas.

"Tantangan nyata yang kita miliki adalah bahwa anggaran pemasaran Tourism WA tidak cukup untuk mendongkrak kunjungan baik dari negara bagian maupun pasar internasional," katanya.

"Sementara pemasaran telah cukup efektif di [pasar] antar negara bagian, dan kami telah berhasil mengejar ketinggalan, kami hanya tidak memiliki cukup dana untuk secara efektif memasarkan ke Jerman dan Inggris, Singapura dan Malaysia.

"Setiap kali kita mencoba dan meningkatkan satu pasar, itu dilakukan dengan mengorbankan promosi ke pasar yang lain."

WA vs negara bagian timur

Evan Hall mengatakan dia ingin melihat Pemerintah Australia Barat (WA) melakukan lebih banyak dana untuk pariwisata dan memperingatkan WA sedang dikalahkan oleh kampanye pariwisata yang berasal dari negara-negara timur, suatu titik di mana Paul Papalia setuju.

"Yah saya tidak terkejut bahwa Evan Hall dan Dewan Pariwisata meminta lebih banyak dana untuk pariwisata, itu hal yang baik. Mereka adalah pendukung industri dan mereka selalu melakukan itu," katanya.

"Tapi apa yang dia katakan adalah bahwa kita dikalahkan oleh negara-negara bagian di timur Australia dan itu benar.

"Kami pada dasarnya satu pasar, melawan pasar lain yang terdiri dari kawasan di seluruh pesisir timur, dan kami tidak akan pernah menyamai mereka.

"Jika ada yang terbang ke Sydney, mereka kemungkinan besar akan naik dan turun di pesisir timur."

Paul Papalia mengatakan WA kemungkinan tidak akan pernah menggelontorkan anggaran pariwisata sebesar yang dianggarkan gabungan dari seluruh kawasan di pantai timur, tetapi Tourism WA sedang mengupayakan kampanye yang ditargetkan untuk membedakan WA dari negara-negara lain.

Direktur Pelaksana Pariwisata WA Brodie Carr mengatakan ada hal positif yang dapat diambil dari hasil survei wisatawan terbaru tetapi mereka juga mengindikasikan banyak upaya masih perlu dilakukan.

"Kami sangat senang dengan jumlah total orang dan pertumbuhan jumlah pelancong yang datang, kami perlu fokus untuk membuat mereka tinggal lebih lama dan menghabiskan uang lebih banyak," katanya.

"Tapi kita harus hati-hati, kita harus memastikan tren ini kuartal demi kuartal, jadi mereka menjadi tren jangka panjang dan itu bukan hanya lonjakan."

Paul Papalia mengatakan upaya pemasaran pariwisata internasional telah didorong dengan mengunci penerbangan langsung dari Perth ke London dan meluncurkan penerbangan All Nippon Airways dari Perth ke Tokyo mulai September.

Dia mengatakan membuat penerbangan langsung dari Perth ke Shanghai dan kota-kota di India berada di urutan berikutnya.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

Ikuti berita-berita lainnya dari situs ABC Indonesia.

 
SHARES
Komentar