JPNN.com

Jurus Milenial Raih Suara Pemilih demi Menjadi Wakil Rakyat di Senayan

Selasa, 17 Maret 2020 – 21:50 WIB Jurus Milenial Raih Suara Pemilih demi Menjadi Wakil Rakyat di Senayan - JPNN.com
Anggota Komisi 1 DPR RI, Farah Puteri Nahlia saat wawancara di program NGOMPOL JPNN.com (Foto: Dokumen JPNN.com)

jpnn.com, JAKARTA - DPR periode 2019-2024 punya legislator-legislator yang tergolong milenial. Satu di antara anggota termuda di DPR saat ini adalah Farah Puteri Nahlia.

Lajang kelahiran Semarang, 2 Januari 1996 itu lolos ke DPR dari daerah pemilihan (Dapil) IX Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Subang, Majalengka dan Sumedang. Saat dilantik sebagai anggota DPR 2019-2024 pada 1 Oktober 2019, wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu baru menginjak usia 23 tahun.

Muda secara usia bukan berarti membuat Farah minim modal politik. Dia mampu meraih 113.263 suara di dapil IX Jabar dan ikut mengangkat suara PAN, meski tak berdomisili di Subang, Majalengka ataupun Sumedang.

"Masuk ke sana itu elektabilitas benar-benar nol. Saya orang baru, sementara petahana kalau enggak salah ada tujuh orang yang maju lagi,” ujar Farah saat menjadi narasumber Ngomongin Politik di kanal JPNN Video di YouTube.

Farah yang tinggal di wilayah DKI Jakarta lantas aktif turun menemui calon konstituennya. Dia juga membentuk tim volunter atau sukarelawan. “Bentuk pelatihan," tuturnya.

Peraih gelar sarjana dan master dari Royal Holloway, University of London, Inggris itu lantas melakukan survei untuk mengetahui sejauh mana tingkat penerimaan masyarakat di daerah pemilihannya terhadap orang baru. Menurut Farah, langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui terlebih psikologi masyarakat.

"Hasilnya, diketahui masyarakat terbuka menerima orang baru, asalkan benar-benar berbuat untuk mereka. Masing-masing daerah kan berbeda kultur budaya masyarakatnya," katanya.

Setelah mengetahui kultur masyarakat yang ada, Farah lantas turun ke lapangan menyapa masyarakat secara door to door atau dari pintu ke pintu. Dia hanya berbekal ketulusan niat untuk berbuat.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...