Kalah di Madura, RD: Kartu Merah Ndiaye Merubah Segalanya

Kalah di Madura, RD: Kartu Merah Ndiaye Merubah Segalanya
Pemain Madura United Greg Nwokolo menggiring bola dihadang pemain Sriwijaya FC dalam laga Lanjuta Liga 1 2018 di Stadion Gelora Ratu, Pamekasa, Madura, Minggu (7/4). Foto: liga-indonesia.id

jpnn.com, PAMEKASAN - Sriwijaya FC tak berkutik dan dipaksa menyerah tiga gol tanpa balasan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, markas Madura United, Sabtu (7/4) sore.

Padahal dua laga awal Hamka Hamzah dan kawan-kawan berhasil bukukan satu kemenangan dan hasil imbang.

Tiga poin didapat atas Persib Bandung dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, (1/4).

Sedangkan hasil seri diperoleh pada laga perdana saat bermain 0-0 melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, (24/3).

Tanda-tanda kekalahan klub kebanggaan masyarakat Sumsel sudah tampak pada menit ketiga. Setelah tuan rumah mendapat tendangan penalti. Beruntung penjaga gawang Teja Paku Alam berhasil menepis sepakan gelandang Madura United, Zah Rahan.

Madura United betul-betul memanfatkan kurangnya pemain Klub berjuluk Laskar Wong Kito di pertandingan pekan ketiga itu. Tiga gol dilesatkan Fabiano Beltrame dan kolega di 10 menit terakhir usai bek tim tamu, Mahamadou Ndiaye, dikartu merah oleh wasit Dodi Setia Purnama. 

Hingga akhirnya Sundulan Fabiano Beltrame dimenit ke-83 membuat 4.460 penonton yang berada di stadion bergemuruh. Gol! Fabiano memanfaatkan assist dari Greg Nwokolo, dari skema set piece.

Unggul 1-0, pertahanan Sriwijaya FC kian rapuh. Disusul oleh dua gol yang disarangkan Zah Rahan dimenit ke 85, dan Bayu Gatra dimenit ke-92. Skor 3-0 bertahan hingga akhir pertandingan. Madura United berhasil menjaga keangkeran kandang.

Sriwijaya FC tak berkutik dan dipaksa menyerah tiga gol tanpa balasan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, markas Madura United, Sabtu (7/4) sore.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News