Kampanye Makanan Lokal, Ayam pun Harus Bahagia

Kampanye Makanan Lokal, Ayam pun Harus Bahagia
MAKANAN SEHAT: Helianti Hilman di depan gerai tanaman organiknya di Kemang, Jakarta. Foto: Ahmad Baidhowi/JAWA POS
UPAYA melawan efek buruk makanan cepat saji atau fast food terus menguat. Namanya gerakan Slow Food. Berawal dari Italia, gerakan itu kini sudah menyebar hingga 150 negara. Di Indonesia, salah seorang penggeraknya adalah Helianti Hilman.

 -----------

AHMAD BAIDHOWI, Jakarta

-----------

Pada 1980-an, gerai-gerai restoran fast food dari Amerika Serikat (AS) menyerbu Eropa. Salah satunya McDonald"s. Restoran dengan produk utama hamburger tersebut masuk ke Roma, ibu kota Italia, pada 1986. Ketika itu, beberapa kalangan mulai mengkritisi globalisasi fast food yang dituding menyajikan makanan tidak sehat. Bahkan, pada perkembangannya, sebagian orang menyebut fast food dengan istilah junk food atau makanan sampah.

Adalah Carlo Petrini yang waktu itu bersuara lantang menentang masuknya McDonald"s di Italia. Dia merupakan seorang jurnalis dan kolumnis berpengaruh yang biasa menulis artikel tentang kuliner di beberapa media Italia.

UPAYA melawan efek buruk makanan cepat saji atau fast food terus menguat. Namanya gerakan Slow Food. Berawal dari Italia, gerakan itu kini sudah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News