Kapal Api

Oleh Dahlan Iskan

Kapal Api
Dahlan Iskan.

jpnn.com - Semua perjalanan punya titik loncat. Ada yang mau meloncat. Ada yang tidak.

Sudomo mau meloncat. Jadilah perusahaan kopinya, Kapal Api, begitu cepat besar. Terbesar di Jatim.

Lalu terbesar di Indonesia. Selama 40 tahun terakhir. Belum terkalahkan.

Baca Juga:

Titik loncat itu terjadi di tahun 1980. Saat umurnya 30 tahun. Begitu banyak pabrik kopi saat itu. Ada merek Glatik, Naga Dunia, Kedung Laju, Supiah, Wanita, Gadis dan seterusnya.

Kapal Api tidak lebih besar dari mereka. Bahkan lebih kecil dari Glatik dan Kedung Laju.

Saat itu semua pabrik kopi masih menggunakan mesin goreng kecil-kecil. Yang diputar pakai tangan.

Baca Juga:

Sudomo ingat kebiasaan di sekolahnya: kalau ingin tahu apa pun bisa membuka ensiklopedia. Yang ia kenal adalah Encyclopedia Americana. Ada di sekolahnya dulu.

Ensiklopedia berfungsi mirip Google sekarang ini. 

Sebuah kisah sukses yang panjang. Kapal Api awalnya hanya dari usaha rumah tangga. Yang dirintis ayah Sudomo. Di depan rumahnya di Jalan Panggung gang 9 Surabaya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News