Karikatur Khahafi Penuhi Tembok Benghazi

Karikatur Khahafi Penuhi Tembok Benghazi
Karikatur Khahafi Penuhi Tembok Benghazi
BENGHAZI - Sikap pemimpin Libya Muammar Khadafi yang ngotot bertahan di kursi kekuasaan, membuat rakyat berontak. Tak hanya mengangkat senjata, generasi muda di negeri Afrika Utara itu juga memanfaatkan media seni sebagai bentuk protes. Yakni, melalui kartun dan karikatur.

Belakangan ini, karikatur bertema Khadafi tersebar di seluruh pelosok Libya. Tapi, yang terbanyak bisa ditemui dan dilihat di Benghazi, kota terbesar kedua di Libya yang terletak di kawasan timur dan menjadi markas gerilyawan oposisi dan kelompok prodemokrasi. Para pemuda itu biasanya menggoreskan karya mereka di tembok-tembok pinggir jalan atau reruntuhan bangunan sisa pertempuran pasukan pemerintah dan NATO.

Wujud karikatur Khadafi pun beragam. Misalnya, ada yang melukiskan Khadafi seperti drakula pengisap darah. Ada pula gambar Khadafi yang berbadan ular, serta Khadafi yang mengisikan bahan bakar pada seekor unta bersayap. Semua karikatur itu menjadi puncak kekesalan warga, khususnya kaum muda, kepada pemimpin 68 tahun itu.

Meski sepertinya lebih minim risiko, membuat karikatur Khadafi sebenarnya juga membahayakan. Para seniman muda yang mengritik tokoh berjuluk the brotherly leader tersebut bisa kehilangan nyawa mereka. Goresan pena dan kuas bisa membuat mereka menjadi buronan polisi rahasia Khadafi. Jika tertangkap, nyawa mereka akan langsung melayang diterjang timah panas para loyalis Khadafi.

BENGHAZI - Sikap pemimpin Libya Muammar Khadafi yang ngotot bertahan di kursi kekuasaan, membuat rakyat berontak. Tak hanya mengangkat senjata, generasi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News