Kasus DBD Makin Tinggi, Kemenko PMK, Godrej & KlikDokter Tancap Gas

Kasus DBD Makin Tinggi, Kemenko PMK, Godrej & KlikDokter Tancap Gas
Seminar, peluncuran e-Book, dan press conference 'Penguatan Layanan Kesehatan melalui Peningkatan Peran Jumantik dan TPK untuk Menanggulangi Kasus DBD di Indonesia' di Kantor Kemenko PMK, Selasa (29/8). Foto Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Meningkatnya angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia merupakan isu yang harus diatasi bersama.

Dalam tiga tahun terakhir tercatat kenaikan kasus DBD yang signifikan, yakni dari 95.893 kasus di 2020 menjadi 131.265 kasus di 2022. 

Angka kematian akibat DBD pun cukup mengkhawatirkan, tercatat dari tahun 2020 hingga 2022 kenaikan dari 661 jiwa menjadi 1.183 jiwa (data P2PM Kemenkes).

Beragam faktor, seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan pergerakan global telah menyebabkan peningkatan nyamuk Aedes aegypti, penyebar utama virus penyebab DBD. 

"Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama, karena melindungi diri dari DBD dimulai dengan mengedukasi diri sendiri dan anggota keluarga menjadi langkah yang tepat," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam seminar, peluncuran e-Book, dan press conference 'Penguatan Layanan Kesehatan melalui Peningkatan Peran Jumantik dan TPK untuk Menanggulangi Kasus DBD di Indonesia', Selasa (29/8).

Dalam kegiatan ini, Produsen HIT yakni PT Godrej Consumer Products Indonesia, KlikDokter, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menginisiasi Program Penguatan Layanan Kesehatan melalui peningkatan peran juru pemantau jentik (Jumantik) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk menanggulangi kasus DBD di Indonesia.

"Peningkatan peran Jumantik dan TPK sangatlah penting untuk memberikan edukasi tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," tambah Menko Muhadjir.

Kasus DBD dapat dihindari melalui tindakan pencegahan yang tepat. Program 3M Plus yang telah dicanangkan oleh pemerintah adalah salah satu inisiatif utama dalam hal ini. 

Kasus DBD di Indonesia terus meningkat, bahkan angka kematian makin mengkhawatirkan, membuat Kemenko PMK, Godrej & KlikDokter pun langsung tancap gas

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News