JPNN.com

Kasus Pembobolan Kartu Kredit Tiket Kekinian Bukti Praktik Carding Masih Marak

Sabtu, 07 Maret 2020 – 20:17 WIB Kasus Pembobolan Kartu Kredit Tiket Kekinian Bukti Praktik Carding Masih Marak - JPNN.com
Polisi membongkar sindikat pembobol kartu kredit. Foto: Pojokpitu

jpnn.com, JAKARTA - Pakar keamanan siber Pratama Persada menyoroti kasus @tiketkekinian sindikat pembobolan kartu kredit yang cukup ramai dibicarakan publik.

Menurut dia, ramainya kasus itu karena para pelaku menggunakan artis untuk meng-endorse bisnis tiket mereka yang berbasis akun Instagram.

Polisi membekuk tiga pelaku yang menggunakan modus carding dalam membeli tiket untuk para customernya. Polisi juga sudah memanggil sejumlah artis untuk dimintai keterangan.

Menurut Pratama, praktik carding semacam ini masih sangat banyak ditemui. Seperti pengakuan pelaku, kata dia, data tartu kredit didapatkannya lewat Facebook dan dibeli dengan cukup murah antara Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu per CC.

"Selain di Facebook, ada sejumlah database besar kartu kredit yang diperjualbelikan di internet, terutama lewat darkweb. Database kartu kredit ini bisa berasal dari kebocoran data perbankan, marketplace dan paling sering adalah saat transaksi di kasir,” kata Pratama, Sabtu (7/3).

Chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) ini menambahkan proses pembayaran di EDC kasir, pelaku bisa menyertakan mesin skimmer tambahan tanpa diketahui pihak lain.

Lalu mereka melakukan copy data dan mencetak CC kloning. Bisa juga dengan cara manual mencatat data nomor, nama dan tanggal berlaku kartu kredit plus 3 digit CVV di belakang kartu.

"Dengan data yang tertera di kartu kredit, para pelaku bisa melakukan transaksi di berbagai marketplace. Memang ada yang meminta tambahan OTP SMS, namun tidak semua. Dalam kasus tiket kekinian ini CC Jepang yang dipakai pelaku nampaknya tidak memerlukan SMS OTP, sehingga bisa dipakai berkali-kali,” jelas Pratama.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...