Kasus Penembakan Armanto Damapolii, Tokoh Adat Ini Minta Perhatian Kapolri

Kasus Penembakan Armanto Damapolii, Tokoh Adat Ini Minta Perhatian Kapolri
Ketua Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow (Amabom) saat bersama Panglima Besar Brigade Bogani di Bundaran Paris Kota Kotamobagu, Rabu (27/10/2021) (Antara)

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast telah melakukan konferensi pers terkait kasus pembunuhan warga itu.

Dia menyebut penyidik telah ditetapkan dua orang tersangka dan satu orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kombes Abraham Abast juga mengatakan polisi telah menangkap AP alias Nando sebagai terduga pelaku utama penembakan yang menewaskan Armanto Damapolii.

Penembakan itu terjadi saat ada konflik di lokasi pertambangan PT BDL di Bolaang Mongondow (Bolmong).

Baca Juga: Analisis Reza Indragiri: Bripka MN Menembak Mati Briptu Khairul pada Episode Ketiga

Selain itu, Polda Sulut juga menangkap seorang pria berinisial SI (44), terkait konflik di lokasi tambang PT BDL.

SI merupakan warga Desa Tambun, Kecamatan Dumoga Timur, Bolaang Mongondow.

"Kami juga masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku lain dan mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) atas nama KK ," ucap Abraham Abast. (antara/jpnn)

Tokoh adat Bolaang Mongondow Tengah Can Muliadi Mokodompit minta atensi Kapolri untuk kasus pembunuhan Armanto Damapolii.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News