Kemaluan Siswa SD Terpotong Saat Sunatan Massal, Dinkes Lahat Beri Penjelasan Begini

Kemaluan Siswa SD Terpotong Saat Sunatan Massal, Dinkes Lahat Beri Penjelasan Begini
Ayah korban didampingi kuasa hukumnya seusai membuat laporan polisi ke Subdit IV Tipidter Ditreksrimsus Polda Sumsel, Rabu (29/11). Foto: Cuci Hati/JPNN.

jpnn.com, LAHAT - Kabid Penanganan Dinkes Kabupaten Lahat Ubaidillah angkat bicara terkait terpotongnya alat kelamin seorang bocah berusia delapan tahun saat mengikuti sunatan massal.

"Ya benar, pada tanggal 17 Oktober 2023 lalu Dinkes Palembang menggelar sunatan massal di Desa Masam Bulau, Tanjung Sakti Lahat," ungkap Ubaidillah saat diwawancarai via telephone, Kamis (30/11).

"Ini merupakan program dari Bupati Lahat untuk pengentasan kemiskinan, membantu keluarga, agar anak-anak mereka tidak bayar, makanya digelar sunatan massal," tambah Ubaidillah.

Setidaknya kata Ubaidillah, dalam pelaksanaan sunatan massal tersebut ada 5 meja.

"Masing-masing meja ini ada dua orang, satu asisten dan satu pelaksana, kebetulan yang menyunat anak (korban) ini perawat atas nama HM dan bidan YL," kata Ubaidillah.

Untuk lebih jelasnya, Ubaidillah tidak mengetahui mengapa alat kelamin bocah tersebut ikut terpotong.

"Ibu korban ini melapor ke pihak Puskesmas pada tanggal 18, dia mengadu kalau anaknya kesusahan saat buang air kecil," terang Ubaidillah.

Setelah diperiksa terang Ubaidillah, ternyata penis sang anak ikut terpotong.

Kabid Penanganan Dinkes Kabupaten Lahat Ubaidillah angkat bicara terkait terpotongnya alat kelamin seorang bocah berusia delapan tahun saat sunatan massal.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News