JPNN.com

Kemendikbud Targetkan 359 Desa Masuk Program Pemajuan Kebudayaan 2021

Selasa, 13 April 2021 – 22:43 WIB
Kemendikbud Targetkan 359 Desa Masuk Program Pemajuan Kebudayaan 2021 - JPNN.com
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menargetkan 359 desa masuk program pemajuan kebudayaan desa tahun 2021. Foto tangkapan zoom

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program pemajuan kebudayaan desa tahun 2021. Pemajuan kebudayaan desa merupakan platform kerja bersama membangun desa mandiri melalui peningkatan ketahanan budaya dan kontribusi budaya desa di tengah peradaban dunia. 

"Tahun ini, target kami sebanyak 359 desa yang mengikuti platform pemajuan kebudayaan desa yang akan dilaksanakan melalui dua kegiatan, yaitu pengembangan masyarakat serta jendela budaya desaku," terang Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid dalam taklimat media daring, Selasa (13/4).

Dia menjelaskan mekanisme pelaksanaan di lapangan, pendamping kebudayaan desa (Daya Desa) Kemendikbud dan pendamping desa Kemendes PDTT akan bekerja sama dalam peningkatan peran masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat, penyusunan kebijakan desa serta peningkatan kapasitas dan akuntabilitas pemerintah desa.

Sebagai panduan daya desa di lapangan, lanjutnya, saat ini sedang disusun pedoman pemberdayaan masyarakat desa yang berisi tentang konsep kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis kebudayaan dengan mengedepankan peran parsitipatif masyarakat. 

"Diharapkan ke depannya, pedoman tersebut bisa berperan sebagai induk pedoman dalam pemberdayaan masyarakat desa untuk mencapai tujuan pemajuan kebudayaan desa," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, program pemajuan kebudayaan desa tahun 2021 dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu Temu Kenali Potensi (Mei sampainJuni), Pengembangan (Juni sampai Agustus), dan Pemanfaatan (Agustus sampai November).

Sebagai upaya sosialisasi program pemajuan kebudayaan desa, Direktorat Jenderal Kebudayaan melaksanakan lomba cerita budaya desaku. Melalui lomba tersebut kata Hilmar, peserta diharapkan  menceritakan kembali kekayaan yang dimiliki desa melalui cerita rakyat, dongeng, sejarah asal usul desa, kesenian, cagar budaya, tradisi dan lainnya. Peserta lomba merupakan komunitas atau kelompok yang berada di desa. 

Mereka diharapkan menjadi penggerak di masing-masing desa untuk bersama-sama seluruh warga desa memertahankan rasa memiliki akan budaya lokal.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...