Kementan Perkuat Digitalisasi Kostratani Sebagai Ujung Tombak Kesuksesan Sektor Pertanian

Kementan Perkuat Digitalisasi Kostratani Sebagai Ujung Tombak Kesuksesan Sektor Pertanian
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan, Dedi Nursyamsi. Foto: Humas Kementan

"Saat ini 99 persen Konstratani sudah terkoneksi secara digital dan bisa berkomunikasi dengan sesama Konstratani dan lembaga lainnya," papar Dedi.

Salah sistem di Kostratani hal lainnya adalah Sistem Informasi Penyuluh Pertanian (Simluhtan) yang dioperasionalkan oleh Kostratani.

"Yang mengoperasionalkan Simluhtan itu adalah Kostratani, para penyuluh yang ada di Kostratani," ujarnya.

Pada kesempatan itu Dedi meminta agar database petani Indonesia dapat terus dimutakhirkan.

"Database kita itu by name, by address berdasarkan NIK. Dengan begitu, tidak ada duplikasi. Kalau ada duplikasi pasti ketahuan. Dan database Simluhtan ini digunakan untuk penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Saat ini data RDKK pupuk itu berdasarkan data dari Simluhtan. Yang mengerjakannya adalah Kostratani mulai dari tingkat terkecil dari para petani dan penyuluh," papar Dedi.

Dedi menilai Simluhtan dan Kostratani adalah dua lembaga yang tak dapat dipisahkan satu sama lain.

"Simluhtan adalah aplikasi, tools yang digunakan untuk berbagai kegiatan Kementerian Pertanian. Misalnya adalah alokasi pupuk bersubsidi, benih, obat-obatan dan lainnya. Dan karena itu pula Kementerian Pertanian mendapat penghargaan dari KPK karena programnya berbasis NIK," tutur Dedi.(ikl/jpnn)

New normal menunjukkan ciri atau memperlihatkan kecenderungan yang berubah pada semua sektor.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News