Kementan Perkuat Pengembangan dan Hilirisasi Kopi dan Kakao Bali

Kementan Perkuat Pengembangan dan Hilirisasi Kopi dan Kakao Bali
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat membuka Pra Penas 2022. Mentan Syahrul dan jajarannya terus berupaya memperkuat komitmen dalam pengembangan hilirisasi pertanian, khusunya kopi dan kakao Bali. Foto: Dokumentasi Kementan

Utamanya dalam menyerap produk perkebunan di tingkat petani oleh pelaku usaha atau offtaker.

Dari hasil pertemuan tersebut tercatat 3 kemitraan pemasaran yang berhasil ditandatangani, yaitu kesepakatan kerja sama pemasaran kopi robusta antara UPH Giri Manik Pertiwi dengan pelaku usaha CV Pusaka Bali Persada.

Kemudian kesepakatan kerja sama pemasaran biji kakao fermentasi antara Kelompok Tani Buana Mekar dengan Koperasi Kerta Samaya Samaniya, dan Kelompok Tani Manik Amerta Buana dengan Koperasi Kerta Samaya Samaniya.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dedi Junaedi mengatakan saat ini ekspor kopi Indonesia meningkat 0,9 persen dari sisi volume dan meningkat 3,6 persen jika dilihat year on year 2020 dibanding 2021.

Untuk kakao terjadi penurunan ekspor yang signifikan terutama dari sisi volume atau menurun 31,6 persen.

“K edepan kami melihat komoditas kopi masih akan terjadi peningkatan ekspor seiiring dengan peningkatan konsumsi kopi dunia, sedangkan untuk kakao, tantangan yang perlu dibenahi tentunya persoalan produksi dan produktivitas,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, yang masih menjadi tantangan k edepan adalah dari sisi standarisasi mutu terkait kadar MRLs yang dipersyaratkan, seperti isoprocarb, glyphospate, klorpirifos dan klorpirifos-metil di kopi serta cadmium dan klorpirifos dan klorpirifos-metil di kakao.

“Untuk itu penanganan GAP dan GHP di tingkat petani akan terus menjadi perhatian Kementan khususnya Ditjen Perkebunan, “ ujarnya

Kementan terus berupaya memperkuat komitmen dalam pengembangan hilirisasi kopi dan kakao Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News